Karena korban menjerit, lanjut DP, dia kemudian menyeret korban masuk ke kamar mandi. Lalu pelaku mengambil tali yang ada di kantongnya untuk mengikat tangan korban. Tapi karena korban terus melawan, pelaku terus menganiaya korban hingga tewas.

“Sebelumnya tali itu saya ambil dari jemuran. Tali itu awalnya untuk mengikat istri saya, karena saat kami berantam, dia memegang gunting,” ujar DP.

Setelah membunuh korban, lalu pelaku mengambil barang-barang berharga milik korban seperti HP merek iPhone, jam tangan, tas dan dompet berisi kartu ATM, kartu identitas serta uang sebesar Rp22 ribu.

Pelaku kemudian memberitahukan istrinya bahwa dia sudah membunuh tetangga kosnya itu. Lalu mereka melarikan diri setelah menjual HP milik korban seharga Rp400 ribu kepada tukang becak. Pasutri itu juga sempat menginap di Pos Kamling di Sibolga sebelum berangkat ke Medan dengan menumpang taksi ‘gelap’.

Pelaku mengaku menyesali perbuatannya telah menghilangkan nyawa korban Santi Defi Malau.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal pencurian dan pemberatan Pasal 365 ayat 4 dengan ancaman penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun, Junto pasal 55 turut melakukan perbuatan yang dapat dihukum, dan subsider pasal 338 sengaja menghilangkan nyawa orang lain atau pasal 170 ayat 2 ke 3 kekerasan yang mengakibatkan matinya orang.