TAPANULIPOST.com – Umat Islam di seluruh dunia menantikan malam Lailatul Qadar, malam penuh berkah dan kemuliaan yang lebih utama dari 1000 bulan.

Malam Lailatul Qadar selalu jatuh pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, khususnya pada tanggal-tanggal ganjil, seperti malam 21, 23, 25, 27, dan 29.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan bahwa ibadah pada malam Lailatul Qadar kebaikannya akan dihitung berlipat-lipat oleh Allah SWT.

Amal ibadah dan kebaikan yang dilakukan di malam tersebut akan diganjar dengan balasan yang sama dengan berbuat hal tersebut selama 1000 bulan atau 83,3 tahun.

Meskipun tidak dapat diprediksi dengan pasti, beberapa hal dapat digunakan untuk menandai malam Lailatul Qadar, seperti langit cerah dan tidak mendung, suasana dan angin terasa sejuk di malam hari. Namun, kendati demikian tidak ada tanda pasti yang dapat dipastikan.

Terdapat beberapa metode pendekatan untuk menentukan malam Lailatul Qadar, seperti menurut Imam Al Ghazali dan Abu Hasan Asyadzili. Imam Al Ghazali mengatakan bahwa malam Lailatul Qadar akan selalu jatuh di malam Minggu, kecuali jika awal Ramadhan jatuh di hari Rabu. Sedangkan Abu Hasan Asyadzili mengatakan bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21, malam ke-25, malam ke-27, atau malam ke-29, tergantung dari hari pertama bulan Ramadhan.

Dalam menyambut malam Lailatul Qadar, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah dan kebaikan pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Semoga umat Muslim di seluruh dunia dapat menjalankan ibadah di malam Lailatul Qadar dengan penuh khidmat dan mendapat berkah serta kemuliaan dari Allah SWT.