HUMBAHAS, TAPANULIPOST.com – PT PLN (Persero) Area Sibolga terus melakukan upaya untuk mengaliri listrik di seluruh desa dan dusun dengan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota di wilayah kerjanya.
Saat ini, PLN Area Sibolga membuat MoU dengan Pemkab Humbahas dalam upaya mengaliri listrik di seluruh dusun di Kabupaten itu.
“Saat ini, kita sedang menjalin kerjasama dengan Pemkab Humbahas dalam menindak lanjuti komitmen mengaliri listrik hingga ke dusun-dusun yang ada di seluruh wilayah kita. Dan di Humbahas sendiri yang belum teraliri hanya 11 dusun lagi. Sementara dalam wilayah desa, semua sudah teraliri. Untuk tahun ini ada 3 desa sudah diprogramkan, 8 dusun lagi tahun 2019,” ungkap Manager PLN Area Sibolga, Poltak Samosir dalam sambutannya pada acara penandatanganan MoU antara PLN dan Pemkab Humbahas, Rabu, 26 September 2018.
Poltak menjelaskan, saat ini banyak usaha kelistrikan yang sedang dikerjakan PLN demi mencapai masyarakat berlistrik 100 persen. Pihaknya memastikan, kelistrikan di Humbahas bisa teraliri 100 persen, karena saat ini daya listrik di Humbahas masih tersedia 42 persen dari total daya yang ada sebesar 40 MW.
“Artinya masih sisa 12 MW yang siap dipergunakan di Humbahas. Sesuai data PLN, semua desa sudah teraliri listrik. Namun, sampai saat ini masih ada 11 dusun lagi di Humbahas yang belum berlistrik,” jelasnya.
Dikatakan, untuk menjalankan program listrik 100 persen, sangat dibutuhkan akses kendaraan roda empat ditiap-tiap dusun.
“Jika sudah tersedia, listrik akan segera diprogramkan untuk dialirkan. Dan kami harapkan semua layanan ini jadi satu pintu, yakni melalui Pemkab Humbahas. Perlu kami ingatkan, selain jalan, kami berharap agar pohon-pohon yang ada disekitar tiang agar ditebang, karena itu bisa menyebabkan listrik sering padam,” terangnya.
Dia juga berharap agar pembayaran listrik tepat waktu. Jika itu dilakukan maka Pemkab sendiri yang akan menerima PAD yang hitungannya cukup lumayan, yang semuanya itu untuk pembangunan di Humbahas.
“Silahkan lakukan pembayaran tepat waktu, karena dalam pembayaran itu, ada PAD buat Pemkab Humbahas. Saya sampaikan juga, kalau ada investor yang mau masuk, silahkan bujuk mereka. Kalau masalah listriknya tanggungjawab kami dalam mengaliri listrik,” tukasnya.
Sementara itu, Manager UPPK Wilayah Sumut, Tumpal Hutapea menjelaskan, bahwa saat ini hanya tinggal 200 desa lagi di wilayah Sumut yang belum teralisi listrik. Dari total data itu, paling banyak terdapat di wilayah Nias dan Tapanuli Selatan.
“Data KK di Humbahas sesuai data PLN sebanyak 41.000, sementara data yang disampaikan seluruh desa, hanya 30 ribuan. Silahkan di data ulang, jangan sampai ada yang tidak terdata, dan akhirnya tidak teraliri listrik,” katanya.
“Kami ini ditugaskan untuk membangun listrik hingga semua desa, makanya data sangat kami butuhkan agar semua teraliri 100 persen. Jika belum teraliri cara pengusulannya, Kepala desa membuat usulan diketahui Camat, kemudian disampaikan ke Pemkab Humbahas. Nanti, pemkab berkordinasi dengan PLN lewat MoU yang sudah kita tandatangani saat ini,” tambahnya.
Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih kepada PLN yang sudah berkomitmen untuk mengaliri listrik hingga ke seluruh dusun dusun.
“Kita sangat bersyukur, tahun 2019 nanti mudah-mudahan semua sudah teraliri listrik. Semua rumah mari kita wujudkan teraliri listrik. Dan masalah total data, agar berkoordinasi dengan Dinas Capil, supaya tidak ada yang tertinggal,” ucapnya.
Hadir dalam acara penandatanganan MoU antara PLN dan Pemkab Humbahas dalam mengaliri listrik diseluruh dusun di seluruh wilayah Pemkab Humbahas, Kajari Humbahas Zaidar, Kapolres Humbahas AKBP Dayan, Manager Sektor Pandan yang juga sebagai kordinator pembangkit Sumatera Utara Ombun Sihombing. (ril)


Tinggalkan Balasan