SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sibolga memfasilitasi kerja sama perdagangan komoditas holtikultura antar tiga daerah yakni, Kota Sibolga, dengan Kabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan.

Penanda tanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara tiga daerah tersebut dilaksanakan di Graha Aulia BI Sibolga, Rabu 21 November 2018.

Adapun nota kesepahaman antara Pemko Sibolga dengan Pemkab Humbang Hasundutan adalah perdagangan pangan dan komoditi holtikultura. Sedangkan antara Pemko Sibolga dengan Kabupaten Tapanuli Utara tentang perdagangan komoditi sektor pertanian dalam arti luas.

Kabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan memiliki produk unggulan bahan pokok di antaranya, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, beras, sayur dan buah. Sementara Kota Sibolga memiliki komoditas ikan laut.

Advertisements

Kepala KPw BI Sibolga, Suti Masniari Nasution menyampaikan, kerja sama ini merupakan salah satu strategi pengendalian inflasi di daerah, menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan pasokan komoditi pangan yang selama ini berperan besar menyebabkan inflasi

“Kita patut berbangga karena kerjasama seperti ini baru pertama kali dilakukan di Sumatera Utara,” kata Suti Masniari.

Menurut Suti, kerja sama antar daerah ini dapat memotong mata rantai distribusi perdagangan yang selama ini cukup panjang yang menyebabkan harga semakin tinggi, sementara harga jual dari petaninya rendah.

BI Sibolga pun mendorong pemerintah daerah lainnya untuk melakukan hal serupa untuk menjaga stabilitas harga dan peningkatan perekonomian daerah.

“Perdagangan antar daerah ini merupakan program nasional dan sangat kita dukung. Dalam waktu dekat Pemkab Humbahas dan Pemko Gunungsitoli juga akan melakukan penandatanganan MoU,” tutur Suti.

Bupati Tapanuli Utara diwakili oleh Asisten I Pemkab Taput, Parsaoran Hutagalung mengapresiasi BI Sibolga yang telah memfasilitasi kerja sama ini, sehingga diharapkan ke depannya produksi komoditas stabil, harga stabil dan inflasi akan terkendali.

Sementara Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor mengatakan, kerja sama antar daerah ini menjadi gerakan baru dalam perbaikan ekonomi masyarakat di daerahnya yang 90 % menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian holtikultura.

“Untuk itu diharapkan kerja sama ini dapat segera direalisasikan, jangan hanya sekedar MoU. Apalagi selama ini mata rantai perdagangan terlalu panjang, harga belasan ribu di tingkat petani, tetapi harga di pasaran itu bisa diatas dua puluhan ribu. Sedangkan petani tidak diuntungkan,” ucap Dosmar.

Menurut Dosmar, saat ini Pemkab Humbahas telah memfasilitasi petani dan mendukung pengelolaan pertanian lebih modern. Kekhawatiran petani juga sudah berkurang, karena komoditi yang dihasilkan dapat disimpan dalam coldstorage dan bisa bertahan hingga 5 bulan.

“Kita juga berharap bagaimana nanti ikan asal Sibolga bisa sampai ke petani di Humbahas dalam kondisi segar dan harganya terjangkau karena jarak tempuhnya yang lebih dekat,” ujarnya.

Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk berharap kerjasama ini dapat segera direalisasikan secepatnya.

“Hari ini kita teken MoU, kalau bisa minggu depan kerja samanya sudah bisa terealisasi,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Siboga Edi Polo Sitanggang, Ketua DPRD Kota Sibolga Tonny Agustinus Lumban Tobing, Ketua DPRD Humbang Hasundutan, para Staf Ahli, Asisten serta Pimpinan OPD dari ketiga daerah. (red)