TAPANULIPOST.com – Kominfo mengklaim bahwa jaringan 5G akan menjadi lebih merata di seluruh Indonesia setelah izin pengalihan frekuensi 2,3 GHz telah diberikan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan bahwa pemerintah telah memberikan alokasi tambahan 10 MHz di pita frekuensi radio 2,3 GHz dari Telkomsel ke Smartfren setelah melakukan evaluasi permohonan bersama dari kedua perusahaan tersebut.

jangan-golput-tak-milih-tak-paten

Menurut Direktur Penataan Sumber Daya Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo, Denny Setiawan, pengalihan hak penggunaan spektrum frekuensi radio itu telah disetujui oleh Menkominfo Johnny G Plate setelah dilakukan evaluasi permohonan.

Pada tanggal 18 April 2023, Menkominfo telah menetapkan persetujuan pengalihan sebagian hak penggunaan spektrum frekuensi radio pada frekuensi 2,3 GHz Telkomsel ke Smartfren.

Denny menjelaskan bahwa pengalihan spektrum tersebut dimungkinkan oleh regulasi Pasal 71 angka 5 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang, yang mengubah ketentuan di dalam Pasal 33 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, serta kemudian dijabarkan lebih lanjut di dalam ketentuan Pasal 55 Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran.

Dengan disetujuinya permohonan pengalihan hak penggunaan spektrum frekuensi radio tersebut, maka kondisi penggunaan frekuensi 2,3 GHz pasca refarming menjadi lebih optimal karena lebar bandwidth menjadi seragam secara nasional di seluruh wilayah layanan untuk kedua penyelenggara jaringan bergerak seluler yang menggunakan frekuensi 2,3 GHz dimaksud.

“Secara regulasi dimungkinkan untuk penyelenggara jaringan telekomunikasi pemegang Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR) dapat melakukan pengalihan hak penggunaan spektrum frekuensi radio kepada penyelenggara jaringan telekomunikasi lainnya,” jelasnya seperti dalam keterangan resminya, Jumat (28/4/2023).

Hal ini juga meminimalkan terjadinya potensi gangguan yang merugikan (harmful interference) terhadap jaringan seluler dari kedua penyelenggara karena sudah tidak ada lagi kondisi frekuensi yang co-channel di beberapa zona yang berbatasan langsung.

Pengalihan spektrum ini juga akan memberikan manfaat, salah satunya pemerataan kualitas jaringan seluler 4G maupun 5G, terutama bagi warga di Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, serta Pulau Sulawesi bagian Selatan, karena wilayah layanan pada hak penggunaan pita frekuensi radio 2,3 GHz yang dialihkan berada di wilayah-wilayah tersebut. (int)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Tapanulipost.com di GOOGLE NEWS

[bacaselanjutnya judul="Baca Selanjutnya"]