Kemudian, Sanggam juga berharap pemerintah daerah di kawasan ini duduk bersama untuk membicarakan produk unggulan apa saja yang akan ditumbuhkan di masing-masing kawasan.

Karena menurutnya, pariwisata bukan hanya bercerita tentang keindahan alam, tapi ada budaya dan sejarah yang bisa dijual.

“Salah satu contoh, masyarakat Batak di kawasan Tapanuli bisa menelusuri nenek moyangnya sampai yang mereka sebut sebagai menusia pertama. Itu dinamakan Tarombo. Hal seperti ini bisa kita jual sebagai sesuatu yang menarik,” sebutnya.

[irp posts=”5415″ name=”Mantan Bupati Tapteng Ini Dituntut 3 Tahun Penjara Atas Kasus Penipuan”]

Advertisements

“Jadi tidak perlu hanya bertumpu pada keindahan alam saja, karena semua kita punya, ada budaya, sejarah, alam dan petualangan. Ini harus kita kembangkan. Ini baru satu sektor, masih banyak sektor lain,” tambahnya.

Sanggam Hutapea mengungkapkan, beberapa tahun terakhir ini setidaknya empat kali dalam setahun dia pergi ke Eropa untuk urusan pekerjaan. Dia begitu kagum melihat bagaimana kawasan di Eropa dipenuhi oleh wisatawan dari Asia.

[irp posts=”5411″ name=”Pria Ini Diduga Cabuli Bayi 18 Bulan”]

Namun, Caleg DPR RI Nomor Urut 8 dari Partai NasDem ini mengaku sedih ketika ditanya apakah Danau Toba dikenal oleh masyarakat banyak di Eropa.

“Pertanyaan ini yang membuat saya sedih, karena yang mereka kenal hanya Bali, Lombok, sementara Danau Toba dan kawasan Tapanuli tidak mereka kenal,” ungkapnya.

Dengan nada sedih, Sanggam mengungkapkan, sesungguhnya rezim pemerintahan sebelumnya tidak pernah memberikan perhatian serius terhadap KDT dan Tapanuli.

“Selama 70 tahun Pemerintah RI tidak memberikan perhatian kepada kawasan Danau Toba dan Tapanuli,” sebut Sanggam.

[irp posts=”5408″ name=”Patung Ini Habiskan Dana Rp 19 M, Malah Diterlantarkan dan Dijarah”]

Sanggam juga menyebut, ketika krisis moneter dulu, industri pariwisata juga runtuh. Namun pemerintah hanya membantu kawasan lain, sedangkan kawasan Danau Toba dan Tapanuli tidak mendapat perhatian dari pemerintah.

“Sehingga yang dulu mengenal Danau Toba sudah berlalu, sudah datang generasi baru, mereka tidak lagi mengenal Danau Toba. Tidak usah di luar negeri, sebelum Danau Toba diluncurkan menjadi daerah tujuan wisata baru, orang di Jakarta pun banyak yang tidak mengenal Danau Toba,” bebernya.

[irp posts=”5365″ name=”Usulan Pergantian Ketua DPRD Tapteng Belum Jelas, Hanura Surati Gubernur”]

Tetapi dia bersyukur sejak kurun waktu dua tahun terakhir ini komunikasi publik mengenai Danu Toba sudah semakin intens.

“Dengan adanya integrasi potensi wisata ini, semua kawasan Tapanuli akan bangkit,” ujarnya.

Di tingkat Nasional, kata Sanggam, dia mendorong pembangunan di seluruh Indonesia supaya lebih berkeadilan, itu sangat penting.

“Ini harus kita dorong untuk lebih berkeadilan lagi, sehingga kita harapkan ekonomi kita itu bisa tumbuh bersama,” katanya.