TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Ir Sanggam Hutapea MM, salah seorang Tokoh Masyarakat Sumatera Utara, ternyata mempunyai harapan besar untuk kemajuan dan peningkatan ekonomi masyarakat khususnya di Kawasan Danau Toba (KDT) dan Tapanuli.
Impian itu ingin dia perjuangkan dengan maju menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari Dapil Sumut 2 pada Pemilu Legislatif 2019 mendatang.
“Saya maju jadi Caleg karena ingin memenuhi keterpanggilan jiwa saya untuk membangun kawasan Danau Toba dan Tapanuli,” kata Sanggam Hutapea ketika berbincang-bincang dengan Tapanulipostcom, Rabu, 23 Januari 2019 di Pandan, Tapanuli Tengah.
[irp posts=”5418″ name=”Wali Kota Medan Dikirimi Papan Bunga Ucapan Selamat ‘Medan Kota Terjorok'”]
Sanggam Hutapea mengatakan, potensi wisata di Kawasan Danau Toba dan Tapanuli, Nias menjadi peluang besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi, menurut dia, saat ini wisata sudah menjadi sebuah kebutuhan utama kemanusiaan di seluruh dunia.
“Ada beberapa hal yang luput dari pengamatan orang selama ini, bahwa potensi wisata yang ada di kawasan Tapanuli dan Nias itu belum tertangani dengan bagus. Potensi wisata yang sangat besar ini harus kita pikirkan sebagai sebuah kesempatan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkap Sanggam.
[irp posts=”5404″ name=”Seniman Bali Ini Sedih, Patung ‘Anugrah’ Buatannya di Tapteng Dijarah”]
Sanggam memaparkan, potensi wisata yang dimiliki pun sangat beragam, mulai dari wisata alam, budaya dan sejarah. Sanggam menyebutnya dengan paket wisata Tapanuli dan Nias Adventure.
“Paket wisata Tapanuli dan Nias Adventure ini sangat mungkin menjadi lokomotif ekonomi baru di kawasan Tapanuli. Potensi wisata kita, ada keindahan alam, pantai, budaya, bahkan ada olahraga laut (surfing) yang bisa kita jual kepada wisatawan,” paparnya.
Untuk bisa menjual semua potensi wisata tersebut, lanjut Sanggam, tentunya harus didukung dengan infrastruktur yang baik sehingga akses menuju lokasi wisata disetiap daerah dapat ditempuh dengan mudah.
“Yang pertama dilakukan adalah memperbaiki infrastruktur yang menghubungkan kawasan ini. Lalu ada jalan tol dari Parapat sampai ke Sibolga. Kemudian ada penyeberangan yang cukup mumpuni dari Sibolga ke Nias. Selanjutnya ada penerbangan pesawat kecil setiap hari dari Sibolga ke Nias dan sebaliknya,” sebut Sanggam.
[irp posts=”5393″ name=”Terjadi di Tapteng, Gara-Gara Baliho Caleg Ditempel di Rumahnya, Ibu Ini Terancam Tidak Dapat Raskin”]
Dia pun punya impian untuk menambah frekuensi penerbangan di Bandara Pinangsori Sibolga, sebagai salah satu gerbang masuk ke KDT, Tapanuli dan Nias.
“Bandara Pinangsori harus didarati 5 atau 6 pesawat setiap hari. Itu mimpi saya. Pinangsori harus bisa kita tawarkan ke maskapai lain selain Garuda, untuk membuat menjadi beberapa kali penerbangan setiap hari,” tukasnya.
Kemudian, Sanggam juga berharap pemerintah daerah di kawasan ini duduk bersama untuk membicarakan produk unggulan apa saja yang akan ditumbuhkan di masing-masing kawasan.
Karena menurutnya, pariwisata bukan hanya bercerita tentang keindahan alam, tapi ada budaya dan sejarah yang bisa dijual.
“Salah satu contoh, masyarakat Batak di kawasan Tapanuli bisa menelusuri nenek moyangnya sampai yang mereka sebut sebagai menusia pertama. Itu dinamakan Tarombo. Hal seperti ini bisa kita jual sebagai sesuatu yang menarik,” sebutnya.
[irp posts=”5415″ name=”Mantan Bupati Tapteng Ini Dituntut 3 Tahun Penjara Atas Kasus Penipuan”]
“Jadi tidak perlu hanya bertumpu pada keindahan alam saja, karena semua kita punya, ada budaya, sejarah, alam dan petualangan. Ini harus kita kembangkan. Ini baru satu sektor, masih banyak sektor lain,” tambahnya.
Sanggam Hutapea mengungkapkan, beberapa tahun terakhir ini setidaknya empat kali dalam setahun dia pergi ke Eropa untuk urusan pekerjaan. Dia begitu kagum melihat bagaimana kawasan di Eropa dipenuhi oleh wisatawan dari Asia.
[irp posts=”5411″ name=”Pria Ini Diduga Cabuli Bayi 18 Bulan”]
Namun, Caleg DPR RI Nomor Urut 8 dari Partai NasDem ini mengaku sedih ketika ditanya apakah Danau Toba dikenal oleh masyarakat banyak di Eropa.
“Pertanyaan ini yang membuat saya sedih, karena yang mereka kenal hanya Bali, Lombok, sementara Danau Toba dan kawasan Tapanuli tidak mereka kenal,” ungkapnya.
Dengan nada sedih, Sanggam mengungkapkan, sesungguhnya rezim pemerintahan sebelumnya tidak pernah memberikan perhatian serius terhadap KDT dan Tapanuli.
“Selama 70 tahun Pemerintah RI tidak memberikan perhatian kepada kawasan Danau Toba dan Tapanuli,” sebut Sanggam.
[irp posts=”5408″ name=”Patung Ini Habiskan Dana Rp 19 M, Malah Diterlantarkan dan Dijarah”]
Sanggam juga menyebut, ketika krisis moneter dulu, industri pariwisata juga runtuh. Namun pemerintah hanya membantu kawasan lain, sedangkan kawasan Danau Toba dan Tapanuli tidak mendapat perhatian dari pemerintah.
“Sehingga yang dulu mengenal Danau Toba sudah berlalu, sudah datang generasi baru, mereka tidak lagi mengenal Danau Toba. Tidak usah di luar negeri, sebelum Danau Toba diluncurkan menjadi daerah tujuan wisata baru, orang di Jakarta pun banyak yang tidak mengenal Danau Toba,” bebernya.
[irp posts=”5365″ name=”Usulan Pergantian Ketua DPRD Tapteng Belum Jelas, Hanura Surati Gubernur”]
Tetapi dia bersyukur sejak kurun waktu dua tahun terakhir ini komunikasi publik mengenai Danu Toba sudah semakin intens.
“Dengan adanya integrasi potensi wisata ini, semua kawasan Tapanuli akan bangkit,” ujarnya.
Di tingkat Nasional, kata Sanggam, dia mendorong pembangunan di seluruh Indonesia supaya lebih berkeadilan, itu sangat penting.
“Ini harus kita dorong untuk lebih berkeadilan lagi, sehingga kita harapkan ekonomi kita itu bisa tumbuh bersama,” katanya.


Tinggalkan Balasan