SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Berbagai elemen masyarakat di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa, Wartawan dan LSM Peduli Penegakan Hukum (AMPUH) akan kembali turun ke jalan untuk menuntut Kajari Sibolga, Timbul Pasaribu dicopot dari jabatannya.

Koordinator Aksi AMPUH, Irwansyah Daulay mengatakan, aksi demo akan digelar pada Rabu, 6 Februari 2019 di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga. Terkait aksi itu, ungkap Irwansyah, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Intelkam Polresta Sibolga dan Intelkam Polres Tapteng hari ini di Mapolres Sibolga, terkait aksi unras/demo AMPUH copot Kajari yang akan kami laksanakan pada hari Rabu di depan Kantor Kejari Sibolga,” kata Daulay, Senin, 4 Februari 2019.

[irp posts=”5489″ name=”Polisi Amankan Pengusaha Ikan dan Belasan Kayu Ilegal Diduga dari Mursala”]

Advertisements

Menurut Daulay, ada 8 poin tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi nanti. Mereka berharap tuntutan tersebut diterima dan segera direalisasikan oleh pihak berkompeten.

“Kami juga berharap semoga aksi demo yang akan kami lakukan berjalan aman, lancar dan tertib,” harapnya.

[irp posts=”5415″ name=”Mantan Bupati Tapteng Ini Dituntut 3 Tahun Penjara Atas Kasus Penipuan”]

Irwansyah Daulay menegaskan, aksi demo itu dilakukan bukan sekadar persoalan bersih atau tidak bersih, idealis atau tidak idealis. Namun, kata Daulay, ini murni tentang persoalan profesionalisme.

“Yang mana tidak akan jalan profesionalitas yang kita para aktivis lakukan (Investigasi dan Monitoring), jika kasus-kasus yang kita laporkan, proses lidik dan sidiknya masih berjalan ditempat. Sementara Presiden demi semangat anti korupsi telah mengeluarkan PP nomor 43 Tahun 2018, memberikan piagam dan premi Rp.200 Juta bagi masyarakat yang melaporkan kasus korupsi,” katanya.

“Kepada rekan-rekan juang yang ikut dalam aksi ini, saya himbau agar tetap komit dan solid, jangan takut dan jangan kita mau dipecah belah pihak lain siapa pun itu,” ucap Daulay.

[irp posts=”5485″ name=”PLN Sibolga Luncurkan Inovasi Layanan Cepat ke Pelanggan Baru”]

Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa, Wartawan dan LSM Peduli Penegakan Hukum (AMPUH) turun ke jalan pada, Selasa, 18 Desember 2018 lalu.

Mereka menuntut Kajari Sibolga, Timbul Pasaribu dicopot dari jabatannya, karena AMPUH menilai Kejari Sibolga tidak serius menangani laporan kasus-kasus dugaan korupsi di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, yang dilaporkan masyarakat, mahasiswa dan aktivitas LSM, sejak tahun 2016 hingga 2018.

Dalam aksi saat itu, pengunjukrasa menyuarakan sejumlah tuntutan penanganan kasus dugaan korupsi, diantaranya menuntut penyelesaian kasus korupsi penggunaan Dana Desa T.A.2016 sebanyak 11 Kepala Desa.

Selain itu, mereka juga menyoroti ketidakwajaran tuntutan hukuman yang diberikan terhadap bandar togel, yang berbanding terbalik dengan beratnya tuntutan hukum terhadap juru tulis togel.