ASAHAN, TAPANULIPOST.com – Satpol PP Asahan menggelar Operasi Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT), Senin, 1 April 2019. Operasi itu dilaksanakan untuk menjawab keresahan masyarakat Asahan khususnya di daerah perkotaan terkait keberadaan PGOT.
Operasi PGOT yang digelar Satpol PP melibatkan Personel Subdenpom I/1-4 Kisaran, Provost Kodim 0208/As, Polres Asahan, Satpol PP dan personel Dinas Sosial.
Rute Operasi PGOT yang dilalui dimulai dari Kantor Satpol PP menuju ke Jalan Jenderal Ahmad Yani, jalan Latsitarda, Jalan Prof HM Yamin, Jalan KH Agus Salim, Jalan Syech Hasan, Jalan Madong Lubis, Jalan Ir H Juanda, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan RA Kartini, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, Jalan DR Sutomo, Jln Panglima Polem, Jln Mas Mansyur, Jalan WR Supratman, Jalan Cokroaminoto dan terakhir Jalan Tusam Kantor Dinas Sosial.
Hasil yang diperoleh dari operasi PGOT, terjaring pengemis sebanyak 7 orang, gelandangan atau anak punk sebanyak 9 orang dan orang gila 1 orang.
Kabid Trantibum Pol PP Asahan, Siti Rosmita Hasibuan mengatakan, banyak laporan dari masyarakat tentang keberadaan Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar sudah sangat meresahkan.
“Keberadaan mereka terutama anak Punk yang menjadi contoh kurang baik terhadap pergaulan anak remaja khususnya di Kota Kisaran, ini yang sangat dikuatirkan orang tua yang memiliki anak remaja, ” ujar Mak Ros panggilan akrab Siti Rosmita Hasibuan.
Seperti diketahui keberadaan anak punk di Kota Kisaran setiap harinya terus bertambah bahkan ada yang dari luar provinsi. (WA)


Tinggalkan Balasan