Kemudian awak media Tapanulipostcom mencoba mengkonfirmasi Lurah Aek Tolang Induk, Dahlianto Tambunan, Rabu pagi di kantor kelurahan. Hadiani Siregar juga ikut menemui lurah.
Namun pada kesempatan itu, Dahlianto Tambunan menyangkal semua perkataan Hadiani dan malah membentak-bentaknya, karena telah memberitahukan persoalan tersebut kepada wartawan.
Lurah tersebut bahkan sempat hendak memukul Hadiani Siregar dengan berkas yang dia ambil dari atas mejanya. Tindakan arogan itu dilakukan lurah kepada warganya di depan wartawan.
[irp posts=”5356″ name=”Uang Rp6 Miliar Hasil Korupsi Rigit Beton Sibolga Berhasil Diselamatkan”]
Dahlianto mengakui kalau dirinya takut jika nantinya Hadiani memberitahukan kepada orang lain, sehingga dia mengembalikan uang tersebut.
Menurut Dahlianto, uang yang dikumpul sebesar Rp5.000 per KK itu untuk diberikan kepada operator di kantor Kecamatan, yang mengerjakan berkas warga penerima bantuan.
[irp posts=”5338″ name=”Bulan Ini Terminal Pelabuhan Sibolga Akan Rampung”]
“Kita tidak lakukan pengutipan, tapi warga sepakat dan ikhlas memberikan untuk uang minum operator di kecamatan. Daripada warga sendiri yang mengantarkan berkas itu ke Dinas Sosial,” ucap Dahlianto seraya mengatakan bahwa dia sudah pasrah dicopot dari jabatannya jika terbukti melakukan pengutipan.
Dahlianto Tambunan kemudian meminta maaf kepada Dahliani karena telah bersikap kasar. Lurah ini pun berjanji akan tetap memasukkan data Dahliani ke dalam daftar penerima manfaat.


Tinggalkan Balasan