TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Tapanuli Tengah, menggelar sosialisasi pembinaan focal point dalam penguatan kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Anak, Kamis, 6 September 2018 di Toba Room PIA Hotel Pandan.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi ini, sejumlah Pimpinan OPD/SKPD, narasumber Dahlia SKM dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara.

Ketua Panitia kegiatan, Kabid Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga, Herlina Panggabean, SKM dalam laporannya mengungkapkan, dasar dari kegiatan ini sesuai instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam pembangunan.

Kemudian, lanjutnya, Keputusan Bupati Tapanuli Tengah No.111/PPPA/2018 tentang Pembentukan Tim kelompok kerja Pengarusutamaan Gender Kabupaten Tapanuli Tengah. Selanjutnya sesuai Peraturan Bupati Tapanuli Tengah No.21 tentang pedoman umum pelaksanaan Pengarusutamaan gender di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Advertisements

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, menyamakan pemahaman dan memperkuat tim focal point di semua instansi agar dapat mempercepat Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Tapanuli Tengah,” ungkap Herlina.

[irp posts=”4114″ name=”Sosialisasi Advokasi dan Fasilitasi PUG Bagi Perempuan Tapteng”]

Sementara dalam sambutan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani yang dibacakan oleh Kadis PP dan PA Tapteng, Tioprida Sitompul mengatakan, Pengarusutamaan Gender (PUG) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meniadakan kesenjangan gender.

Menurut Bupati, focal point memiliki peranan penting untuk mendukung organisasi pengarusutamaan gender dan diharapkan mampu mensinergikan dan mengkoordinasikan program OPD kepada masyarakat dan organisasi pemerhati perempuan dalam pengarusutamaan gender.

“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah sangat komit dalam penyelenggaraan program pemberdayaan perempuan dan perlidungan anak,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Kadis PPPA Tapteng, Tioprida Sitompul berharap kepada seluruh OPD agar mengisi dan mengirimkan formulir indikator evaluasi Anugerah Parahita Eka Praya (APE).

[irp posts=”491″ name=”Strategi PUG Wujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender di Tapteng”]

APE merupakan penghargaan yang diberikan oleh Presiden RI pada pihak yang dinilai memiliki komitmen dan implementasi terkait Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak di berbagai sektor pembangunan.

“Tahun ini Tapteng harus dapat APE. Untuk itu tolong dikirimkan fomulir indikator evaluasi APE kepada kami agar Tapanuli Tengah ini menjadi lebih maju lagi kedepannya,” ujar Tioprida Sitompul.

Narasumber, Dahlia SKM dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara menjelaskan bagaimana implementasi perencanaan dan penganggaran yang responsive gender (PPRG) melalui gender analysis pathway (GAP) dan gender budget statement (GBS) sehingga terjadi kesetaraan dan keadilan gender di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dahlia SKM juga memberikan motivasi dan mendorong seluruh OPD Pemkab Tapteng untuk pengisian formulir indikator evaluasi APE agar Tapteng mampu meraih anugerah APE pada tahun ini. (red)