SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Supir mobil tangki yang terbakar di Aek Raisan, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada 25 Januari 2019 lalu, meninggal dunia akibat luka bakar yang cukup serius.

Informasi yang dihimpun, korban meninggal dunia saat dirawat di salah satu rumah sakit di Medan. Korban juga sudah dikebumikan pihak keluarganya di Hutabalang belum lama ini.

Hal itu diungkapkan Head Of Operation PT Elnusa Petrofin Sibolga, Syawal ketika dikonfirmasi Tapanulipostcom di ruang kerjanya, Selasa, 12 Februari 2019.

[irp posts=”5446″ name=”3 Korban Terluka Akibat Mobil Tangki Pertamina Terbakar”]

Advertisements

Menurut Syawal, pihak keluarga korban yang meninggal dunia sudah membuat surat pernyataan tidak akan membuat tuntutan hukum.

“Sedangkan kepada korban terbakar lainnya yaitu tukang bengkel dan anggotanya masih tetap dalam perawatan di Medan. Semua biaya perawatan korban ditanggung oleh PT Elnusa Petrofin Sibolga,” ungkapnya.

[irp posts=”5443″ name=”Mobil Tangki Pertamina Tujuan Taput Terbakar di Tapteng”]

Ketika ditanya penyebab terjadinya kebakaran mobil tangki itu? Menurut Syawal masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dia menyebut, informasi penyebab kebakaran juga masih simpang siur.

“Informasi yang kita terima masih simpang siur penyebab terjadinya kebakaran itu. Ada yang mengatakan karena korslet, dan ada juga yang menyebutkan karena faktor lain. Jadi kami belum bisa menyimpulkan apa penyebabnya,” jawabnya.

Terkait adanya dugaan penyebab kebakaran itu karena kegiatan ‘ngompeng’ yang dilakukan sopir tangki, namun Syawal tidak menampiknya. Syawal tidak membantah ada sopir tangki yang nakal.

“Kalau melihat ada sopir tangki sedang melakukan kegiatan ilegal seperti ‘ngompeng’ agar dilaporkan saja ke pihak yang berwajib. Karena masyarakat berhak untuk melaporkannya,” tegas Syawal.

[irp posts=”5518″ name=”Massa AMPUH Sebut Kejari Sibolga Tuntut Bandar Togel 2 Bulan”]

Diberitakan sebelumnya, mobil tangki milik Pertamina nomor polisi BB 9627 CL terbakar saat sedang menempel ban di Aek Rasian, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah pada, Jumat (25/1).

Mobil tangki tersebut mengangkut BBM jenis Pertalite yang akan diantarkan ke salah satu SPBU di Tarutung, Taput.

Akibat peristiwa kebakaran itu, tiga korban mengalami luka bakar yang serius, yaitu, Sabar Sitompul (39) warga Aek Raisan selaku pekerja bengkel, Samuel Panggabean (15) warga Aek Raisan pekerja bengkel. Kemudian Torma Simanungkalit (38) warga Hutabalang, sopir tangki yang akhirnya meninggal dunia.