Tapanulipost.com, Sibolga – Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori, mendesak petinggi TNI agar segera menarik oknum yang mengaku berasal dari Mabes TNI dan kini bertugas di satuan pengamanan Terminal BBM Pertamina Sibolga.
Desakan itu disampaikan menyusul insiden dugaan tindakan arogan oknum tersebut terhadap wartawan, mahasiswa serta warga saat penyampaian surat aspirasi di Kantor Terminal BBM Pertamina Sibolga, Rabu (2/7/2025).
“Tindakan oknum yang mengaku dari Mabes TNI itu berlebihan, terkesan mengintervensi dan tidak mencerminkan sikap humanis. Ini menciderai wibawa TNI yang selama ini dihormati rakyat,” tegas Jamil dalam keterangannya dari Arab Saudi, Jumat (4/7/2025).
Jamil Zeb Tumori yang tengah menunaikan ibadah Haji, mengecam keras perlakuan represif oknum tersebut dan menilai hal itu dapat mencoreng citra baik Korem 023/KS serta nama besar TNI di mata publik.
Menurut Jamil, meskipun Terminal BBM merupakan objek vital nasional, bukan berarti masyarakat dilarang menyampaikan aspirasi secara damai dan elegan, terkait permintaan pemindahan lokasi Terminal BBM Sibolga karena dinilai membahayakan pemukiman sekitar.
“Mahasiswa dan aktivis jangan gentar. Segera pertanyakan kehadiran oknum tersebut. Kami siap menampung aspirasi,” ujar Jamil.
Ketua Partai Golkar Sibolga ini juga mendorong mahasiswa mengajukan surat resmi ke DPRD untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak Pertamina.
Ia turut menyarankan agar protes resmi juga dilayangkan ke Mabes TNI serta mengadakan audiensi dengan Danrem 023/KS.
“Pimpinan TNI harus segera menarik oknum tersebut dari Pertamina Sibolga. Jangan sampai keberadaannya menciderai kepercayaan rakyat kepada institusi TNI,” ujarnya.
Jamil menegaskan, jika pengamanan tetap diperlukan, maka sebaiknya dilakukan oleh prajurit dari Kodim 0211/TT atau Korem 023/KS yang lebih humanis dan bersahabat.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti ketidakhadiran pihak Humas Pertamina dalam merespons aksi damai masyarakat. Menurutnya, perusahaan seharusnya membuka ruang dialog, bukan membiarkan pendekatan represif oleh aparat di lapangan.
“Satu kata dari saya: lanjutkan perjuangan. Jangan biarkan semangat kalian ciut. Lakukan aksi damai sampai oknum itu ditarik dari Pertamina Sibolga,” tegasnya.
Jamil mengungkapkan bahwa Pemko dan DPRD Sibolga telah sepakat meminta agar Terminal BBM Pertamina dipindahkan dari lokasi saat ini demi keselamatan warga.
“Keberadaan tangki BBM terlalu dekat dengan pemukiman. Ini bukan hanya soal teknis, tapi menyangkut nyawa masyarakat Sibolga,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pertamina maupun Mabes TNI terkait insiden tersebut. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Tapanulipost.com di GOOGLE NEWS
Dapatkan berita terkini lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Tapanulipost.com dengan klik tautan ini.


Tinggalkan Balasan