TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Kapal penangkap ikan tongkol, KM Daya Cipta hangus terbakar di dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga di Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa pagi, 30 April 2019, sekira pukul 07.00 WIB.

Akibat peristiwa ini, 2 ABK tewas terbakar. Kedua korban meninggal yakni, Kepala Kamar Mesin (KKM), Amar Siregar (43) warga Desa Lubuk Tukko Kecamatan Pandan, Tapteng. Dan wakilnya Masruddin (34) warga Jalan Murai, Kelurahan Aek Manis Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga.

Jenazah keduanya ditemukan gosong di dalam kamar mesin dan saat itu juga langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Ferdinan Lumbantobing (FL Tobing) Sibolga. .Sementara, seorang ABK lainnya, Usman (49) mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin H Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu R Sormin dalam keterangan tertulis membenarkan peristiwa terbakarnya kapal penangkap ikan tongkol tersebut.

Advertisements

Disebutkan, dari hasil penyelidikan petugas, KM Daya Cipta dengan nomor lambung GT 77 No.1261/PPB yang terbakar itu, baru saja bersandar di dermaga PPN Sibolga.

“Setelah sandar, KKM Amar Siregar mematikan (shutdown) mesin kapal. Amar bermaksud menghidupkan mesin pompa air, tetapi saat dihidupkan terjadi percikan api hingga membakar ruang mesin kapal,” ungkap Sormin, Selasa siang.

Foto : Kapal pukat tongkol KM Daya Cipta, hangus terbakar di Dermaga PPN Sibolga. (TAPANULIPOST.com)

Pada peristiwa tersebut, Amar Siregar dan Masruddin ikut terbakar dan meninggal dunia. Sedangkan ABK lainnya, Usman yang juga mengalami luka bakar berhasil dievakuasi dan dilarikan ke RSU FL Tobing Sibolga.

Kebakaran dapat diatasi sekitar 20 menit kemudian, setelah tiga unit damkar Sibolga dan Tapteng dikerahkan ke lokasi.

Menurut Sormin, pasca peristiwa ini polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti dan telah memintai keterangan 2 orang saksi yakni, tekong KM Daya Cipta, Saiful Hamli (53), warga Kelurahan Sibuluan, Tapteng, dan Bukti Hutagalung (58) warga Desa Tukka, Tapteng. (red)