TAPANULIPOST.com – Putra bungsu dari Sunan Kalijaga, Sean, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh enam orang teman sekolahnya.
Ayah Sean yang juga seorang ulama terkenal, bersama istri dan anak, mendatangi Polres Jakarta Selatan kemarin guna menyerahkan bukti-bukti terkait dugaan tersebut.
Sunan Kalijaga menyebut kejadian tersebut bermula dari Sean yang di-bully sebelum akhirnya dikeroyok.
“Putra saya, dia tetap diam, di hari yang sama, dia menerima tiga kali peristiwa hal yang sama. Di lapangan bola dia dilempari daun dan sampah, dia diam, naik ke atas, menghindar dan dikejar, dipukul empat kali di depan kelas, anak saya diam, dia masuk ke kelas menghindari keributan,” ungkap Sunan Kalijaga saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan.
Sunan Kalijaga merasa ada unsur kesengajaan dan juga tidak ada itikad baik dari orang tua terduga pelaku untuk bertanya soal kondisi Sean, sehingga ia mengambil jalur hukum dengan melaporkan kasus ini.
Selain memberikan keterangan, Sunan Kalijaga juga menyerahkan sederet bukti, termasuk dokumen surat pernyataan dari kepala sekolah, pernyataan daripada orang tua terduga pelaku, dan pernyataan dari pelaku sendiri.
Dokumen-dokumen tersebut berisi rekaman yang merekam kejadian pengeroyokan yang dialami oleh Sean.
Heidy, istri Sunan Kalijaga, beberapa waktu lalu menangis melihat video CCTV yang merekam kejadian anaknya diduga dikeroyok.
Sean juga dicecar beberapa pertanyaan oleh penyidik saat kedatangan keluarga Sunan Kalijaga ke Polres Jakarta Selatan.
Kuasa hukum Sunan Kalijaga dan anaknya, Agustinus Nahak, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan terkait dugaan pengeroyokan dan pertanyaan seputar kejadian tersebut.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Sunan Kalijaga berharap kasus ini bisa segera dituntaskan dan meminta keadilan untuk putranya.


Tinggalkan Balasan