Sinergi untuk Penyelesaian Masalah Pertanahan dan Tata Ruang

Dalam kesempatan tersebut, Nusron Wahid mengungkapkan bahwa ada tiga permasalahan utama yang menjadi fokus dalam kerja sama ini.

Pertama, reforma agraria; kedua, pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional (PSN) yang membutuhkan keterlibatan kepala daerah dalam penetapan lokasi; dan ketiga, perencanaan serta pengelolaan tata ruang yang lebih terintegrasi.

Nusron juga menyoroti proyek ILASPP (Integrated Land Administration and Spatial Planning Project) yang didanai oleh Bank Dunia.

“Awalnya, proyek ini hanya melibatkan tiga kementerian, yaitu ATR/BPN, Kemendagri, dan BIG. Namun, karena banyak permasalahan berkaitan dengan kawasan hutan dan transmigrasi, maka kami menggandeng dua kementerian lainnya untuk memperkuat sinergi,” jelas Nusron.

Advertisements

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menekankan pentingnya kepastian tata ruang guna mendukung pembangunan dan investasi. Menurutnya persoalan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang kerap menjadi kendala. Baca selengkapnya