TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani menyentil Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) terkait langkanya gas elpiji 3 Kg.

Kelangkaan gas elpiji 3Kg akhir-akhir ini sudah membuat resah warga terutama ibu-ibu rumah tangga. Warga Tapteng terpaksa pergi mencari gas ke Kota Sibolga. Padahal, kondisi yang sama juga terjadi di Kota Sibolga. Sementara Dinas Perindag Tapteng dinilai cukup lambat mengambil tindakan, sehingga membuat keresahan warga semakin memuncak akibat sulitnya mendapatkan gas bersubsidi itu.

“Saya perintahkan Kadis Dagkopin harus mengecek dan memberikan laporan kepada saya. Kalau ada yang bermain dengan harga, cabut izin pangkalan dan agennya kita laporkan ke polisi. Ini tidak bisa dibiarkan, karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat banyak. (Kadis Perindag) jangan senyum senyum, kalau manis di muka Bupati saja, ngapain,” ujar Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, Senin sore, 4 September di Kantor Bupati.

Bupati mengemukakan hal itu saat memberikan keterangan kepada awak media, menyikapi kelangkaan gas elpiji 3 Kg dalam tiga minggu terakhir. Turut hadir Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Berlin Doloksaribu serta Pj Kabag Humas Agus Harianto.

[irp posts=”1573″ name=”Rekanan Keluhkan Banyaknya Kutipan Mengurus Berkas di Tapteng”]

Di kesempatan itu, Bupati mengungkapkan telah menyaksikan langsung bagaimana masyarakat harus berebut untuk mendapatkan gas elpiji.

“Saya melihat sendiri hari Jumat kemarin sewaktu saya berkunjung ke Kecamatan Tukka. Saya lihat warga ribut-ribut, setelah saya cek rupanya karena gas. Warga saling berdesakan hanya untuk mendapatkan gas yang 3 kg,” ungkap Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Menyikapi hal itu, Bupati langsung memanggil dan memerintahkan Kadis Perindustrian dan Perdagangan untuk mengecek ke lapangan penyebab langkanya gas elpiji 3kg. Bupati menegaskan akan mencabut izin agen dan pangkalan gas elpiji 3kg, jika terbukti berspekulasi dan mempermainkan harga.

Untuk itu, Baktiar Sibarani mengingatkan para agen serta pengecer agar menjual gas elpiji sesuai harga yang ditentukan. Bupati menegaskan tidak segan-segan melaporkan ke pihak yang berwajib, jika ada yang mempermainkan harga jual gas elpiji 3 kg.

[irp posts=”1583″ name=”Bupati Bakhtiar Sibarani Sikapi Langkanya Elpiji 3 Kg”]

“Saya meminta kepada para agen dan juga pengecer jangan main-main, karena saya akan cek langsung ke lokasi. Jika terbukti ada permainan, maka izin agen dan pangkalan harus dicabut dan saya laporkan ke polisi,” tegas Bupati.

Bupati juga meminta pihak Pertamina Sibolga untuk turun ke lapangan mengawasi penyaluran gas Elpiji bersubisi. Pihak Pertamina juga diminta untuk menambah kuota jika memang terjadi kekurangan gas di masyarakat. Bupati mengatakan akan segera menyurati Kepala Pertamina, dan akan menembuskan surat tersebut ke Pertamina pusat dan juga Menteri BUMN.

“Pertamina harus lihat, turunkan orangnya cek ke lapangan. Kalau memang kurang pasokan dari jumlah penduduk yang ada, Pertamina diminta tambah kuota,” tandasnya. (red)