TAPANULIPOST.com – PT Mujur Timber Sibolga kembali melakukan ekspor langsung plywood (triplek) ke Inggris melalui Pelabuhan Sibolga.
Kepala Kantor Bea Cukai Sibolga, Ahmad Luthfi mengatakan pelaksanaan ekspor ini merupakan yang kelima kalinya setelah terakhir dilaksanakan pada bulan Februari 2022.
“Proses pemuatan barang ekspor yang dilakukan di perairan sekitar Pulau Poncan berlangsung dengan baik dan lancar dibawah pengawasan Petugas Bea Cukai Sibolga,” kata Ahmad Luthfi kepada Tapanulipost.com, Rabu (24/8/2022).
Menurut Ahmad Luthfi, keberhasilan ekspor ini merupakan sinergi dan asistensi secara berkelanjutan yang terlaksana antara perusahaan PT Mujur Timber dengan KPPBC TMP C Sibolga sesuai fungsinya sebagai industrial assistance dan trade facilitator (fasilitator perdagangan).
Luthfi menjelaskan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) disamping melaksanakan tugas pokok Kementerian Keuangan di Bidang Kepabeanan dan Cukai, juga memiliki fungsi sebagai Trade Facilitator, Industrial Assistance, Revenue Collector, dan Community Protector.
“Sebagai Trade Facilitator dan Industrial Assistance, DJBC memberikan fasilitas perdagangan dengan tujuan untuk meningkatkan kelancaran arus barang, sehingga akan tercipta iklim perdagangan yang lebih kondusif serta memberikan dukungan kepada industri dalam negeri, dengan tujuan mencapai keunggulan kompetitif dan dapat bersaing dalam pasar internasional,” jelasnya.
Lebih lanjut Luthfi menambahkan, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sibolga (KPPBC TMP C Sibolga) yang merupakan salah satu unit vertikal DJBC, tentunya mendukung fungsi DJBC tersebut dengan pemberian asistensi dan fasilitas kepada PT Mujur Timber Sibolga.
Difasilitasi Bea Cukai, PT Mujur Timber Kembali Ekspor Plywood ke Inggris dari Pelabuhan Sibolga

PT Mujur Timber Sibolga sebagai perusahaan penerima fasilitas kepabeanan kawasan berikat yang berada di wilayah KPPBC TMP C Sibolga kembali mengekspor komoditi ekspor berupa Plywood sebanyak 1.460 crate dengan volume sebesar 3.907 m3.
Playwood tersebut diangkut dengan sarana pengangkut MV. AL HADBAA menuju Pelabuhan Tylbury, Inggris.
Luthfi menyebut, jika dibandingkan dengan ekspor sebelumnya, nilai devisa ekspor yang dihasilkan dalam ekspor kali ini adalah sebesar Rp34,8. Jumlah ini meningkat 36,11% dari nilai sebelumnya sebesar Rp25,6 Miliar.
“Peningkatan ini semakin membuka peluang bagi komoditi lokal Kabupaten Tapanuli Tengah untuk melebarkan sayap di pasar Internasional dan menyumbang kontribusi bagi neraca perdagangan Indonesia,” ujar Luthfi.
Menurutnya, ekspor tentu akan membantu pelaku usaha untuk mengembangkan pasar produk, sehingga menjangkau pasar yang semakin luas serta meningkatkan potensi keuntungan sekaligus menghasilkan devisa ekspor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Melalui kegiatan ekspor yang dilakukan oleh PT Mujur Timber ini diharapkan dapat mendorong para pelaku usaha khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada dalam daerah Pengawasan KPPBC TMP C Sibolga untuk dapat melakukan ekspor agar produk dalam negeri dapat bersaing secara global,” ujarnya. (red)


Tinggalkan Balasan