TAPANULIPOST.com – Setelah tujuh tahun terputus, Arab Saudi dan Iran sepakat untuk memulihkan hubungan diplomatik mereka dalam pembicaraan yang dimediasi oleh China.
Riyadh memutuskan hubungan dengan Teheran setelah para pendemo Iran menyerang misi diplomatik Saudi di Teheran pada tahun 2016.
Namun, keduanya sepakat untuk membuka kembali kedutaan dan misi diplomatik dalam waktu dua bulan.
Pernyataan gabungan Saudi-Iran mengungkapkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk melanjutkan hubungan diplomatik setelah negosiasi yang intensif.
Kerajaan Arab Saudi dan Republik Islam Iran juga mengucapkan terima kasih kepada Oman, Irak, dan China atas bantuan dan dukungan mereka dalam pembicaraan untuk memulihkan hubungan kedua negara.
Arab Saudi, yang mayoritas Sunni, dan Iran, yang mayoritas Syiah, selalu mendukung pihak berbeda dalam beberapa konflik di Timur Tengah.
Konflik di Yaman menjadi salah satu di antaranya, di mana pemberontak Houthi didukung oleh Teheran, sementara pemerintah Yaman didukung oleh koalisi militer pimpinan Riyadh.
Sejak April 2021, Irak telah menjadi lokasi rentetan pembicaraan antara kedua negara. Pembicaraan itu dilakukan pada level relatif rendah, melibatkan para pejabat keamanan dan intelijen keduanya.
Pembicaraan Riyadh dan Teheran yang digelar di China dan dimediasi oleh negara tersebut mencerminkan upaya untuk mencari jalan keluar dari ketegangan yang telah lama berlangsung di antara keduanya.
Kedua negara sepakat untuk memulihkan hubungan diplomatik dan menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah.


Tinggalkan Balasan