TAPANULIPOST.com – Tahanan Palestina tertua yang pernah diadili di pengadilan Israel, Fuad Shubaki, akhirnya dibebaskan setelah menjalani hukuman selama 17 tahun.

Shubaki ditahan karena didakwa melakukan penyelundupan senjata dari Iran ke Gaza pada tahun 2002.

Kantor berita AFP melaporkan bahwa Shubaki dibebaskan dari penjara Ashkelon pada Senin (13/3) dan langsung pergi menuju Ramallah di Tepi Barat.

Di Ramallah, Shubaki disambut dengan antusias oleh para pejabat Palestina dan pendukungnya.

Advertisements

Shubaki, seorang anggota senior gerakan Fatah, dianggap sebagai sekutu dekat pemimpin Palestina Yasser Arafat. Saat tiba di Ramallah, Shubaki mengunjungi makam Arafat dan disambut oleh para pejabat Palestina seperti Mahmoud Aloul, wakil presiden gerakan Fatah, dan Tawfiq Tirawi, yang sering disebut sebagai calon penerus Presiden Palestina Mahmud Abbas.

Shubaki menyatakan bahwa ia akan melanjutkan perjuangan untuk kemerdekaan Palestina. “Kami akan meneruskan jalan yang dibuka Yasser Arafat untuk kami, kami akan melanjutkan perlawanannya, tak peduli apapun, nyawa kami tak ada artinya ketika menyangkut tanah air kami, orang-orang kami dan mereka yang menjadi martir,” katanya.

Shubaki ditangkap oleh pasukan keamanan Palestina pada tahun 2002 saat pemberontakan kedua Palestina atau intifada.

Ia dituduh menyelundupkan senjata dari Iran ke Gaza dengan menggunakan kapal Karine A, yang disita oleh Israel di Laut Merah.

Kapal itu diduga membawa 50 ton senjata, termasuk roket Katyusha jarak pendek, rudal anti-tank, dan bahan peledak dari Iran dan gerakan Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

Shubaki ditahan oleh Otoritas Palestina di kota Jericho di Tepi Barat di bawah pengawasan Amerika Serikat dan Inggris.

Namun, pada tahun 2006, pasukan Israel menyerbu penjara Jericho dan Shubaki dibawa ke Israel untuk diadili di pengadilan militer. Dia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara yang kemudian dikurangi menjadi 17 tahun.

Dengan dibebaskannya Shubaki, para pendukung Palestina diharapkan dapat memperkuat semangat untuk meraih kemerdekaan Palestina dan menuntut pembebasan tahanan Palestina lainnya yang masih ditahan oleh Israel.