TAPANULIPOST.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak menyebarluaskan foto dan video korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang yang terjadi pada Jumat malam (3/3/2023).

Imbauan ini berlaku tidak hanya di media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, atau Telegram, tetapi juga di aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Kominfo, Usman Kansong, mengatakan bahwa masyarakat harus berhati-hati dalam menyebarkan video dan foto korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang, terutama yang mengandung kengerian seperti luka bakar.

Pada saat yang sama, posko kebakaran Depo Pertamina Plumpang di PMI Jakarta Utara melaporkan bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 15 orang, sedangkan 8 orang dilaporkan hilang.

Advertisements

Terdapat 49 orang yang mengalami luka berat dan 2 orang yang mengalami luka sedang.

Proses identifikasi jenazah korban kebakaran masih berlangsung di Rumah Sakit R Said Soekanto atau RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, mengatakan bahwa proses identifikasi akan dilakukan dengan cepat dan cermat agar jenazah dapat segera dikembalikan ke keluarga.

Keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dapat melapor ke posko yang didirikan di Koramil 01/Koja.

Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, terjadi pada Jumat malam (3/3/2023) sekitar pukul 20.11 WIB yang kemudian diiringi suara gemuruh ledakan disusul petir, serta bau bensin menyeruak ke udara. Saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.