TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 Kodim 0211/TT, resmi dibuka. Kegiatan ini menyasar pembukaan jalan menuju desa terisolir di Kecamatan Sosorgadong, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Acara pembukaan TMMD ke -108 Kodim 0211/TT Tahun Anggaran 2020 digelar di Makodim 0211/TT, Selasa, 30 Juni 2020, ditandai dengan penandatanganan naskah pembukaan TMMD oleh Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Dandim 0211/TT Letkol Inf Dadang Alex selaku Komandan Satgas TMMD.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Pimpinan DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu dan Willy Saputra Silitonga , Kajari Sibolga Henri Nainggolan, Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto, Dansat Radar 234 Sibolga, mewakili Danrem, serta sejumlah Pimpinan OPD Tapteng.

Dandim 0211/TT Letkol Inf Dadang Alex melaporkan, kegiatan TMMD ke -108 Kodim 0211/TT yang mengangkat tema, “Pengabdian Untuk Negeri” akan dimulai 30 Juni sampai dengan 29 Juli 2020.

Advertisements

Letkol Inf Dadang Alex menjelaskan, tujuan kegiatan TMMD ini adalah sebagai wujud kepedulian Kodim 0211/TT dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyakat. Meliputi bidang disik dan nonfisik, maupun membantu percepatan pembangunan dan terwujudnya sasaran pembinaan teritorial guna memantapkan Kemanunggalan TNI-rakyat di Wilayah Kodim 0211/TT.

“Sasaran kegiatan TMMD ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terisolir dengan terbukanya akses jalan yang menghubungkan Desa Baringin menuju Desa Huta Tombak, Kecamatan Sosorgadong, Tapteng,” kata Dadang Alex.

Dandim memaparkan, adapun sasaran kegiatan fisik diantaranya pembukaan jalan baru sepanjang 1.850 meter dengan lebar 8 meter. Selanjutnya, rehabilitasi jalan sepanjang 3.700 meter yang telah dibuka pada program karya bakti tahun lalu. Kemudian, pembuatan jembatan sementara sebanyak 7 unit.

Sedangkan kegiatan non fisik berupa sosialisasi bahaya COVID-19 kepada masyarakat di Desa Siantar CA, lokasi TMMD dilaksanakan. Kemudian, mengedukasi masyarakat tentang peningkatan diisiplin dalam rangka adaptasi kebiasan baru (new normal).

“Adapun sasaran tambahannya, kami akan memperbaiki rumah ibadah masjid dan gereja di desa lokasi TMMD. Dimana saat ini kondisinya kurang baik, sehingga akan kita perbaiki agar layak digunakan untuk ibadah,” paparnya.

Lebih lanjut Dandim menjelaskan, untuk melaksanakan kegiatan TMMD ini dikerahkan sebanyak 150 prajurit terdiri dari personel Yonif 123/RW, Yon Zipur 1/DD Medan, Satradar 234 Sibolga, Lanal Sibolga, dan Kosatgas dari Kodim 0211/TT.

“Kita juga melibatkan 200 orang warga desa setempat.. Tapi 200 warga ini bergantian,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Dandin, untuk melaksanakan kegiatan nonfisik juga dilibatkan personel dari Polres Tapteng untuk kegiatan penyuluhan bahaya narkoba dan karhutla.

“Petugas dari Dinkes juga dilibatkan untuk penyuluhan bahaya COVID-19,” sebut Dandim.

Dandim juga menerangkan, anggaran untuk program TMMD ke-108 Kodim 0211/TT sebesar Rp750 juta. Jumlah anggaran tersebut hanya 50 persen dari total anggaran yang diusulkan sebelumnya sebesar Rp1,5 miliar.

“Dengan anggaran Rp 750 juta itu, kami betul-betul efektifkan dan kami gunakan dengan seefesien mungkin supaya sasaran tercapai. Kami benar-benar bekerja untuk rakyat,” ungkap Dadang Alex.

Menurutnya, dengan adanya pemotongan anggaran sampai 50 persen karena COVID-19, sehingga ada sekitar 5 KM lagi jalan yang belum tembus ke Desa Huta Tombak.

Karenanya, Dandim berharap kepada Pemkab Tapteng dan DPRD, agar dapat melanjutkan pembangunannya melalui program Karya Bhakti pada tahun depan.

“Kami minta kepada pak Bupati agar sisa jalan yang belum tembus itu dapat dituntaskan melalui Program Karya Bhakti, tanpa menunggu TMMD tahun depan. Pertimbangannya, kalau menunggu TMMD berikutnya, maka kondisi jalan yang sudah dibuka sekarang akan tertutup kembali, sehingga terpaksa akan direhabilitasi lagi akibatnya dana akan terserap,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani meminta kepada Pimpinan DPRD agar dapat menyetujui anggaran untuk melanjutkan pembukaan jalan tersebut.

“Memang benar saat ini terjadi pemotongan anggaran sampai 50 persen karena COVID-19. Saya berharap agar nantinya program ini di tahun 2021 bisa ditampung dari anggaran APBD dan bisa dituntaskan. Supaya tahun 2022 bisa kita ajukan menjadi jalan hotmix,” ucap Bakhtiar.

“Dan kami merasa bangga kepada bapak Dandim 0211/TT dan jajaran atas kerjasama yang baik selama ini. Kami berharap dengan pembukaan jalan ini maka hasil komoditi masyarakat sudah dapat diangkut lebih mudah, sehingga masyarakat tidak kesulitan lagi,” ujar Bupati. (red)