TAPANULIPOST.com – Seorang wanita di Australia mengalami pengalaman yang menakutkan saat digigit berkali-kali oleh hewan paling beracun di dunia, gurita cincin biru.
Beruntungnya, wanita yang tidak disebutkan namanya itu berhasil selamat setelah mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Kejadian tersebut terjadi pada awal Maret ketika wanita itu sedang berenang di pantai New South Wales. Tanpa sengaja, ia menemukan cangkang kerang yang menempel pada gurita cincin biru atau Cephalopoda. Hewan itu kemudian jatuh ke perut wanita dan menggigitnya sebanyak dua kali.
Gigitan tersebut sangat berbahaya karena bisa racun gurita cincin biru 1.000 kali lebih kuat daripada sianida dan cukup kuat untuk membunuh 26 manusia dalam hitungan menit.
Untungnya, paramedis langsung memberikan tekanan dan kompres dingin pada gigitan serta membawa wanita itu ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Inspektur Christian Holmes mengatakan bahwa gigitan gurita cincin biru adalah panggilan yang jarang bagi pihaknya, tetapi sangat berbisa.
Racunnya bisa memblokir sinyal saraf di tubuh, menyebabkan mati rasa otot, dan hilangnya penglihatan serta keterampilan motorik.
Hal ini dapat menyebabkan kelumpuhan yang dapat meluas ke otot-otot yang dibutuhkan untuk bernapas dan menyebabkan henti napas.
Tidak ada penawar yang bisa mengatasi racun bisa tersebut. Ini karena bisa racun berkekuatan dahsyat yang disebut tetrodotoxin pada gurita cincin biru, juga bisa ditemukan pada beberapa spesies ikan, seperti ikan buntal, serta beberapa amfibi dan kerang. Racun ini adalah neurotoxin kuat yang diproduksi oleh bakteri simbiotik di kelenjar ludah hewan.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua orang untuk selalu berhati-hati ketika berada di dekat laut atau pantai, terutama ketika menemukan hewan yang tidak dikenal.
Karena bahaya bisa datang dari mana saja, termasuk dari hewan laut yang terlihat kecil dan tidak berbahaya seperti gurita cincin biru.

Tinggalkan Balasan