TAPUT, TAPANULIPOST.com – Kematian hewan ternak di Pargompulan, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, menghebohkan warga, bahkan menjadi viral di media sosial. Warga masih belum mengetahui apa yang menyerang ternak mereka, dan masih terus memburu makhluk misterius itu.

Makhluk misterius itu memangsa sejumlah ternak bebek hingga mati dengan kondisi mengenaskan.

Warga desa merasa heran dan menduga makhluk misterius itu hanya menghisap darah ternak lalu pergi meninggalkan mangsanya.

Kasus kematian ternak bebek itu diunggah oleh akun facebook Mangaturhutasoit Arthur Kaytung Zamruuds.

Advertisements

Dia bersama sejumlah warga desa setempat hingga kini masih terus memburu makhluk misterius itu menyusuri hutan.

Dari hasil pembicaraan dengan warga, makhluk itu diduga memiliki cakar yang panjang dan suka mencabik. Berdasarkan pengamatan warga terhadap ternak bebek yang dimangsa, mahkluk itu hanya menghisap darah mangsanya.

Menurut warga, mahkluk misterius itu mungkin saja Sigulambak atau Homang yang dalam masyarakat setempat disebut juga makhluk jadi-jadian, wujudnya hitam berbulu panjang, tinggal di hutan dan suka mencakar mangsanya.

Warga juga merasa heran, karena makhluk misterius itu bisa merusak kandang yang terbuat dari pagar kawat.

“Inilah korban mahluk misteri tadi pagi/dini hari dan mengkoyak pagar besi dan kawat, dan kami sudah ada izin untuk memburu di sini dari pihak keluarga. Semoga berhasil dan masyarakat di sini supaya tidak lagi takut karena sudah 5 hari mereka jaga-jaga baik siang dan malam, tapi kebobolan lagi tadi pagi,” jelas Mangatur Hutasoit di akun Facebooknya, Rabu (17/6).

Warga Lakukan Perburuan

Lanjut membaca halaman berikutnya…

Merasa penasaran dengan makhluk yang memangsa ternak bebeknya, sejumlah warga Desa Pargompulan kemudian melakukan perburuan.

Sudah beberapa hari warga menyusuri hutan dan sungai, namun pencarian belum juga membuahkan hasil.

“Kegagalan kami malam ini tidak bikin patah semangat dan istirahat sebentar karena kehujanan hampir saja target itu kami dapat sudah di depan mata tapi belum nasib,” ungkap Mangatur di status facebooknya.

Saat melakukan perburuan, warga menemukan bangkai yang sudah membusuk, diduga juga merupakan korban mahkluk misterius itu.

“Hari ketiga, ketemu sama bangke busuk sulid juga mengenali binatang apa yang sebenarnya, karena tubuhnya yang panjang dan memiliki taring yang panjang dan kulit/bulu coklat muda serta sudah keadaan membusuk dan bau tak sedap,” tulis Mangatur.

Warga yang melakukan pemburuan mengaku sempat melihat mahkluk itu. Namun wujudnya tidak dapat terlihat dengan jelas, karena bergerak sangat cepat.

“Lucunya yang bikin kami penasaran kenapa saat kami melihat buruan kami itu, selalu dilihat mata dengan sekejap saja, sebentar di sini, sebentar di sana. Hampir tiga orang kami melihat tadi malam, jam (23:30 WIB). Di tempat yang berbeda ada yang mgatakan secepat kilat dia lewat dan yang saya lihat juga begitu (02:00 WIB) dengan keadaan melompat menyeberangi sungai bagaikan bayangan saja,” jelas Mangatur.

Warga masih terus melakukan pencarian menyusuri jurang dan sungai berharap dapat menemukan makhluk misterius pemangsan ternak itu. (red)