GUNUNGSITOLI, TAPANULIPOST.com – Aliansi Peduli Pendidikan di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara menggelar aksi galang dana seribu koin untuk membantu menebus raport seorang siswi yang ditahan pihak sekolahnya karena tak sanggup bayar uang sumbangan.
Pada aksi yang dilaksanakan di jalan Gomo Kota Gunungsitoli, Jumat 26 Juli 2019 itu, siswi SMK Negeri 2 Gunungsitoli, Anaria Mendrofa (16) meminta sumbangan kepada warga yang melintas, sambil berdiri di jalan sembari menyodorkan kotak sumbangan. Siswi tersebut juga membawa sejumlah poster. Dia memohon supaya dibantu biaya menebus raportnya yang ditahan oleh pihak sekolah.
Anaria Mendrofa (16) mengaku terpaksa meminta sumbangan agar dapat membayar uang komite yang dibebankan sekolah sebesar Rp 60 ribu per bulan. Sementara siswi kelas X itu mengaku sudah menunggak selama 6 bulan.
“Raport saya tidak diberikan, karena saya belum bayar uang komite sebesar Rp 360 ribu,” ucapnya.
Dengan aksi yang dilakukannya, Anaria Mendrofa hanya berharap agar raportnya dapat ditebus untuk diberitahu kepada orangtuanya tentang nilai yang didapatnya pada akhir semester dan sekaligus bisa dapat mengobati hati orang tuanya.
“Orang tua saya hanya petani, sehingga tidak bisa bayar uang komite dan saya berharap ada yang bisa membantu saya dengan memberikan sumbangan,” jelasnya.
Anaria juga berharap kepada pemerintah untuk menghapus sumbangan dan peraturan terkait pungutan uang komite yang dinilai terlalu memberatkan bagi siswa/i dan orangtuanya akibat kondisi ekonomi yang begitu lemah.
Tedeus Nduru, Kepala SMK Negeri 2 Gunungsitoli yang ditemui pada hari yang sama membantah jika pihak sekolah menahan raport Anaria Mendrofa karena belum melunasi uang komite.
Menurut Kepala Sekolah, Anaria Mendrofa tidak hadir pada saat penyerahan raport sehingga raportnya dibawa wali kelas ke rumah.
“Namun saat Anaria datang bersama orangtuanya untuk mengambil raport, wali kelas lupa membawa dan meminta agar Anaria kembali besok jika ingin mengambil raportnya,” katanya.(yas)


Tinggalkan Balasan