GUNUNGSITOLI, TAPANULIOST.com – Salah seorang siswi di SMK Negeri 2 Hilihao Gunungsitoli, merasa kecewa lantaran pihak sekolah menahan raportnya. Akibat dari kejadian itu siswi tersebut enggan masuk sekolah karena merasa malu.
Hal ini disampaikan Sonifati, orangtua siswi tersebut kepada Tapanulipostcom, Senin, 22 Juli 2019, terkait penahanan raport anaknya.
Sonifati membeberkan, awalnya pada Senin, 22 Juli 2019 sekitar pukul 10.00 WIB, ia dan anaknya Anaria datang ke sekolah untuk meminta raport.
“Alangkah kagetnya saya ketika Bendahara Aluizaro Telaumbanua menyambut dengan sikap yang kurang bersahabat dan tidak terpuji,” jelas Sonifati.

Menurut Sonifati bahwa oknum bendahara tersebut terkesan arogan dan tidak menunjukkan sikap sebagai seorang pendidik. Akibat amarah yang tidak dapat dikendalikannya, malahan Aluizaro yang sebagai tenaga pendidik mempertontonkan tindakannya itu kepada puluhan siswa yang tengah belajar.
“Hanya karna orang tua tidak bisa membayar seluruh tunggakkan uang komite, akhirnya raport anak saya ditahan karena uang sebesar Rp.360.000 tidak bisa saya lunasi seluruhnya,” ungkapnya.
Sonifati berharap agar Kacabdis UPTD Pendidikan Gunungsitoli mencopot bendahara Aluizaro Telaumbanua dari jabatannya karena mempertontonkan sikap yang kurang terpuji dan tidak mencerminkan etika seorang pendidik.
Lebih lanjut Soni mengungkapkan, saat kejadian itu dia merekam aksi tidak terpuji yang dipertotonkan bendahara itu menggunakan selulernya.
“Namun Aluizaro bersikukuh tidak akan menyerahkan raport anak saya, sebelum uang komite/sumbangan belum lunas seluruhnya. Menurut sepengetahuan saya pemungutan uang komite/sumbangan kepada siswa dilakukan dengan suka rela, tanpa paksaan. Tergantung kemampuan ekonomi masing-masing orang tua,” terang Soni.
Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari pihak sekolah SMKN 2 Hilihao, terkait penahanan raport yang dilakukan oleh bendahara.(yas)


Tinggalkan Balasan