TAPANULI SELATAN, TAPANULIPOST.com – Proyek galian pemasangan jaringan kabel Fiber Optik di bahu jalan Nasional Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, dinilai mengancam keselamatan pengguna jalan.

Pantauan awak media Tapanulipost.com di lapangan, Kamis (11/2/2021) di sepanjang jalan Nasional, perbatasan Tapanuli Tengah menuju Kecamatan Batang Toru, banyak lobang galian fiber optik di bahu jalan tanpa rambu-rambu atau pengamanan tali Warning.

Seperti diutarakan Saut Martua Manalu, warga Hutagodang Kecamatan Batang Toru. Ia menyesalkan pihak kontraktor proyek galian pemasangan jaringan kabel fiber optik, yang tidak membuat rambu-rambu pengamanan jalan untuk keselamatan pengguna jalan.

“Itu lobang tidak tidak ada pengamanan atau tali Warning untuk pengguna jalan dan warga sekitar sini,” kata Saut Manalu.

Advertisements

Baca juga: Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani Serahkan SK CPNS Formasi 2019

Saut Manalu mengungkapkan, bahwa pekerjaan proyek galian fiber optik sudah berlangsung satu bulan ini, tetapi tidak membuat pengamanan atau warning bahwa ada kegiatan perkerjaan proyek.

Menurutnya, pihak kontraktor telah mengabaikan keselamatan pengguna jalan dan warga.

“Padahal lobang galiannya dalam banget lo, sangat membahayakan pada anak-anak kalua sempat masuk lobang itu,” ujarnya.

Baca juga: PWI Sibolga-Tapteng Santuni Janda dan Duda Wartawan

“Masalahnya lobang yang digali pekerja proyek tidak ada Septinya (Safety -red) tanah dibiarkan berserakan mulai dari penggalian sampai di pasang fiber optik dibiarkan tidak ditutup kembali,” ujarnya lagi.

Di tempat terpisah, pekerja penggalian libang proyek, Warisman mengaku tidak lagi memiliki tali Warning, sehingga mereka hanya menggunakan ranting kayu untuk rambu-rambu.

Baca juga: Kanminvetcad I/15 TT Anjangsana Kepada Veteran Pejuang Berusia 98 Tahun

“Gak ada lagi tali warning, terpaksa kami buat saja ini,” kata Warisman sambil menunjuk ranting kayu sebagai tandanya.

Warisman juga mengakui penggalian lobang jaringan kabel fiber optik dengan kedalaman satu setengah meter, dan mereka bekerja sudah satu bulan di daerah tersebut. (Syabil)