TAPANULIPOST.com – Polisi menyebut Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, pelaku penyerangan Menkopolhukam Wiranto, memiliki keterkaitan dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

Kelompok JAD yang lain dan Abu Rara sudah diungkap oleh Densus 88 Anti Teror. Kelompok ini berkomunikasi dengan menggunakan media sosial.

“Untuk kelompok ini, berangkat dari pengungkapan di Sibolga, Maret 2019. Dari Sibolga, Densus 88 melakukan penangkapan di Kalimantan Timur pada Maret 2019. Kemudian ada rencana penyerangan/amaliyah beberapa gereja maupun aparat di Kalimantan Timur ditangkap. Atas nama PK, itu tersangkanya,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/10).

Dedi melanjutkan dengan mengungkit peristiwa penyerangan yang terjadi di Pos Polisi Kertasura yang terjadi pada Juni 2019.

Advertisements

Dia mengatakan kelompok ini juga memiliki komunikasi dengan JAD Bekasi yang dipimpin Fazri Pahlawan alias Abu Zee Ghuroba.

Kemudian penangkapan dilakukan terhadap kelompok JAD Jawa Tengah dan JAD Jawa Timur.

“Di Jateng, atas nama YT di Magetan yang melakukan perampokan terhadap toko emas. Terkait penyerangan Polsek Wonokromo pada Agustus 2019. Dengan menggunakan senjata tajam, pelaku berhasil dilumpuhkan,” ujarnya.

Pada September, Densus melakukan penangkapan di Morowali di mana tersangka terkait dengan Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Termasuk juga pada September, di Salatiga Densus 88 melakukan penangkapan terduga teroris.

Hingga akhirnya, JAD Bekasi yang dipimpin Abu Zee ditangkap bersama delapan orang lainnya. Kelompok Abu Zee sudah merencanakan serangan.

“Tentunya Densus 88 terus lakukan pengembangan terhadap kelompok tersebut. Polri belum bisa melakukan preventive strike ketika bukti permulaan yang diketemukan belum cukup. Ketika cukup, baru kita bisa lakukan preventif strike,” ujar dia.

Setelah mendalami kelompok Abu Zee, Densus 88 melakukan penangkapan di tiga tempat yakni di Bandung, Manado, dan Bali. Dedi mengatakan Densus terus mengungkap kelompok ini.

“Densus masih mengejar master mind di balik kelompok yang mengkondisikan beberapa kelompok yang saya sebutkan. Jatim, Jateng, Morowali, Sibolga, Bandung, Manado, dan Bali.

Kami mohon waktu, kalau sudah ada preventive strike, kita sampaikan kembali. Densus 88 bergerak agar tak ada serangan terorisme, khususnya yang mengganggu kegiatan nasional yang akan datang beberapa waktu yang akan datang,” ungkap dia. (*)