“Rencana RDP hari ini juga tidak dihadiri, Plh Sekda hanya menjawab melalui telepon bahwa Pj Bupati Tapteng masih berada di Jakarta. Sudah tiga kali undangan RDP tidak dihadiri, ini Pj Bupati Tapteng, Sugeng Riyanta tidak lagi menghargai Lembaga DPRD,” ujar Khairul Kiyedi Pasaribu kepada Tapanulipost.com, Rabu siang.

Menurut Khairul Kiyedi, pemecatan kepling dan sopir ambulans terkesan politis dan menjadi polemik di tengah masyarakat, sehingga DPRD perlu melakukan RDP untuk meminta penjelasan dari dinas terkait.

“Kalau memang tidak ada unsur politisnya kenapa tidak ditanggapi undangan RDP, ini ada apa? Hal ini menguatkan dugaan saya bahwa Pj Bupati Sugeng Riyanta merupakan tim sukses salah satu parpol di Tapteng,” cetus Khairul Kiyedi.

“Kami juga mempertanyakan netralitas yang digaungkan Pj Bupati Tapteng, jangan cuma omong doang. Apakah Pj Bupati ini lari dari tanggung jawab, jangan pengecut dan pecundang, jangan seperti serigala berbulu domba, jentelmen saja supaya masyarakat tahu masalah pemecatan kepling dan sopir ambulansnya ini yang sebenarnya. Kami juga minta Mendagri melihat jelas permasalahan ini, jangan seperti mata pisau yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah,” tambahnya. (red)

Advertisements

Baca Berita menarik lainnya dari Tapanulipost.com di GOOGLE NEWS