TAPANULIPOST.com – Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra telah meminta orangtua, sekolah, dan lingkungan sekitar anak untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan jiwa anak, guna mencegah anak melakukan tindakan menyakiti diri.

Hal ini disampaikannya mengikuti kasus pelajar sekolah menengah pertama yang secara massal melukai tangan di beberapa daerah.

Jasra Putra meminta untuk segera membangun rekayasa antara orangtua, sekolah, dan sekitar untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dalam memberi akses konseling, ruang aman konseling, ruang privasi, menjaga kerahasiaan anak, jaminan keamanan, dan petugas yang mumpuni.

Menurut Jasra Putra, penting bagi orangtua, guru, dan lingkungan sekitar untuk mendeteksi tanda-tanda gangguan kejiwaan pada anak lebih dini agar dapat mencegah situasi kejiwaan yang lebih buruk.

Advertisements

Jasra Putra juga menyatakan bahwa anak-anak yang mengalami gangguan kejiwaan dapat menunjukkan tanda-tanda yang beragam, seperti menyayat tangan sendiri, memukul kepala sendiri, menjambak rambut, memukul dinding, menendang dinding, mimisan, melukai hidung, dan potong rambut.

Dia menyimpulkan bahwa lingkungan yang kondusif dan dukungan yang tepat dapat membantu anak-anak dalam mengatasi masalah dan memulihkan kesehatan mental mereka.

Sebelumnya, 52 pelajar sekolah menengah pertama di Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, secara massal melukai tangan mereka sendiri, dengan fenomena ini diduga karena pengaruh media sosial.