SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Keramba jaring apung (KJA) modren binaan Lanal Sibolga, masuk nominasi lomba kreativitas pembinaan potensi maritim Lanal dan Lantamal di wilayah Indonesia.

Hal itu dikatakan Danlanal Sibolga, Letkol Laut (P) Betrawarman saat mendampingi Tim dari Markas Besar TNI AL (Mabesal) yang datang meninjau KJA 77 binaan Lanal Sibolga di Pulau Poncan, Selasa, 16 Juli 2019.

Tim penilai potensi maritim kreatif dari Mabesal itu dipimpin oleh Pabandya Penanggulangan Bencana Staf Potensi Maritim (Spotmar) Mabesal, Letkol Laut (KH) Ahmad Farizal didampingi Pabanda Opsbak Ban V Spotmar Mabesal, Mayor Laut T Mas Turi. Tim ini datang meninjau kegiatan potensi maritim kreatif Lanal Sibolga, yang masuk nominasi lomba.

Danlanal Sibolga menyebut, di wilayah Pantai Barat Sumatera hanya ada dua Lanal masuk nominasi, yang diajukan Koarmada 1, yakni Lanal Sibolga dan Lanal Palembang.

Advertisements

Danlanal mengatakan, keramba jaring apung (KJA) modren binaan Lanal Sibolga ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat nelayan di Sibolga dan Tapteng.

Foto : Tim Mabesal meninjau Bagan Apung yang sedang dikembangkan Penggelola KJA 77 di Pulau Poncan. (Preddy.S/TAPANULIPOST.com)

Apalagi bagan apung yang menggunakan teknologi kompressor angin, yang saat ini sedang dikembangkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat nelayan bagan pancang untuk pengganti bagan pancang yang saat ini yang terbuat dari kayu.

“Potensi ikan di Sibolga sangat besar, sehingga kita ingin mengembangkan sesuatu yang lebih ekonomis , lebih tahan lama dan modern. Bahan yang digunakan untuk keramba jaring apung (KJA) dan bagan apung ini terbuat dari plastik dan tahan sampai 30 hingga 40 tahun.

Kalau pengembangan bagan apung ini nantinya bisa berhasil, tentu lebih baik untuk digunakan. Apalagi bagan pancang yang terbuat dari kayu usainya tidak lama, kena badai juga akan patah. Kemudian setelah bagannya tidak dipakai lagi dapat menjadi bahaya navigasi, karena kayu yang sudah dipancang tidak bisa ditarik lagi. Tapi kalau bagan apung modern ini bisa dipindah-pindahkan,” ungkap Letkol Laut (P) Betrawarman.

Letkol Laut (P) Betrawarman pun berharap kepada masyarakat bisa melihat potensi ini secara positif. Karena akan menjadi solusi bagi masyarakat nelayan di Sibolga dan Tapteng.

“Sehingga lingkungan laut kita indah dilihat, karena tidak ada lagi kayu peninggalan bagan pancang yang udah tidak digunakan lagi, yang sangat mengganggu alur lalu lintas laut,” tukasnya.

Sementara itu, Letkol Laut (KH) Ahmad Farizal memberikan apresiasi kepada Lanal Sibolga yang dianggap mampu dan berhasil dalam pembinaan potensi maritim.

Menurutnya, pembinaan potensi maritim yang dilaksanakan Lanal Sibolga bisa menjadi contoh bagi Lanal di daerah lain.

“Harapan kita semua bahwa ditempat lain juga akan mengikuti. Kemudian, dengan adanya Keramba jaring Apung, harapan kita masyarakat nelayan di Kota Sibolga bisa terbantu, hal-hal seperti ini. Kita berharap supaya keramba jaring apung bisa berkembang dan diminati masyarakat nelayan,” katanya.

Letkol Laut (KH) Ahmad Farizal mengatakan, Mabesal akan memberikan dukungan kepada Lanal Sibolga untuk bergiat melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah melaksanakan kegiatan yang kreatif dalam rangka membangkitkan potensi maritim.

Foto : Danlanal Sibolga, Letkol Laut (P) Betrawarman dampingi Tim penilai potmar kreatif dari Mabesal, meninjau pengolahan ikan rebus dan ikan asin nelayan di Hajoran. (Preddy.S/TAPANULIPOST.com)

Usai meninjau KJA 77, Tim penilai Potmar kreatif dari Staf Dispotmar Mabesal meninjau usaha pengolahan ikan rebus dan ikan asin nelayan bagan pancang di Hajoran, Kecamatan Pandan. Kedatangan rombongan disambut oleh Danposmat Hajoran Serka Keu H P Simamora.

Turut hadir pada peninjauan tersebut, Palaksa Lanal Sibolga Kapten Laut (PM) Hartono, Dankal Mansalar Lettu Laut (P) Agus Adi Purwanto, Pasi Intel Lanal Sibolga Kapten Laut (P) Aris Alfatah.

Sebelumnya, Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk juga sudah meninjau KJA 77 binaan Lanal Sibolga tersebut. Pada kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Danlanal dan pengelola KJA Jefri Wilson atas usaha KJA modern yang ramah lingkungan. Wali Kota Sibolga mengaku merasa senang dan bangga melihat usaha keramba tersebut.

“Ini sangat bagus, selain dari sisi bisnis ikannya, bahkan ini menjadi peluang pariwisata edukasi laut bagi anak sekolah,” sebut Syarfi.

Pada KJA 77 ini terdapat berbagai jenis hewan laut yang dibudidayakan diantaranya Lobster, Kepiting, Ikan Bado, Karatang, Gabu, Jarang Gigi, Baronang, Kerapu dan jenis ikan lainnya.(red)