TAPANULIPOST.com – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Alissa Wahid, telah menyatakan keprihatinannya atas kondisi David Latumahina, seorang anak pengurus GP Ansor yang dianiaya oleh Mario Dandy Satriyo, anak pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.
Alissa telah membandingkan kondisi David sebelum dan sesudah penganiayaan tersebut.
Alissa membagikan foto David yang sedang membaca buku ‘Ajaran-ajaran Gus Dur’ dengan wajah serius. Dia mengungkapkan bahwa selama dua hari terakhir, dia telah menjenguk David di rumah sakit.
“Sedih sekali melihat keadaannya, tidak seperti wajah di foto ini. Penganiayaan brutal dan sadis, sampai David tak sadar hingga saat ini,” kata Alissa dalam cuitannya di akun Twitter bercentang biru pada Minggu (26/2) malam.
Alissa meminta semua pihak untuk mendoakan kesembuhan David, yang juga dikenal dengan nama Cristalino
David Ozora. Dia berdoa agar David semakin kuat dan segera pulih. Alissa juga memasang tagar Keadilan untuk David.
“Juga agar keadilan untuk David segera terwujud. Inti kasusnya adalah terjadi penganiayaan berat terhadap David. Pelakunya harus diadili. Soal cerita-cerita yang beredar, soal ayah pelaku atau ayah korban, soal kantor pajak, soal polisi, semuanya tak boleh mengaburkan inti kasus,” kata Alissa.
Istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, juga telah mengunjungi David di RS Mayapada, Jakarta Selatan pada hari Minggu (26/2) kemarin.
Sebelumnya, Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta, KH Muhyidin Ishaq, mengungkapkan bahwa kondisi David sedang berangsur membaik.
Kondisi itu dia pantau lewat GCS (Glasgow Coma Scale) yang terus meningkat pada hari Minggu (26/2) kemarin.
Kasus penganiayaan David Latumahina telah menjadi sorotan media sosial dan menjadi perhatian publik. Semoga keadilan segera terwujud dan David dapat segera pulih dari cedera yang dideritanya.


Tinggalkan Balasan