Diberitakan sebelumnya, puluhan masyarakat yang tergabung dalam Suara Masyarakat Tapanuli Tengah Tolak Pj (Penjabat) Bupati Tapanuli Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Tapteng, Kamis (30/6/2022).
Menanggapi aksi demo tersebut, Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu mengaku sangat menyayangkan aksi yang mengatasnamakan diri sebagai masyarakat Tapanuli Tengah.
Kiyedi menduga kalau aksi tersebut hanya untuk kepentingan sekelompok orang.
“Minimal mereka harus bawa sedikitnya 10.000, 30.000 atau 50.000 orang. Ini masa cuma 30 orang mewakili suara seluruh masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah, kan lucu. Jangan-jangan mereka itu kakak beradik, atau berfamili-famili,” tukasnya.
Sekilas Kiyedi menyebut awalnya menduga kalau aksi demo tersebut untuk memperjuangkan nasib CPNS yang pernah tertipu dimasa Pemerintahan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang.
“Saya sudah lihat, bahwa mereka itu akan menuntut ke Kemendagri, atas nama Ametro Pandiangan (Keponakan Raja Bonaran Situmeang). Saya kemarin menduga mereka mau melaporkan atau mengembalikan, ada CPNS-CPNS yang tertipu kemarin, saya pikir untuk menyampaikan itu. Mana tahu mereka mau mengembalikan uang-uang CPNS yang kena tipu kemarin. Kalau itu mungkin cepat kita terima, untuk membantu masyarakat-masyarakat yang kena tipu,” ungkapnya.
Disinggung terkait 3 orang penanggungjawab aksi yang dilaporkan oleh Pj Bupati Tapteng sebelum demo digelar ke Polres Tapteng atas dugaan pencemaran nama baik melalui Media Sosial, Kiyedi mengaku mendukung langkah tersebut.
“Memang sudah tidak sesuai lagi, memang ada niatnya memburuk-burukkan Pj dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Jadi kami berharap kepada pihak Polres Tapteng, untuk mengusut siapa yang telah melakukan pencemaran nama baik tersebut. Jangan hal-hal seperti ini dibiarkan, sehingga orang menyampaikan sesuatu seenak perutnya saja, tanpa memikirkan perasaan orang lain,” pungkasnya.
Oleh karena itu, Kiyedi mengimbau masyarakat Tapanuli Tengah untuk tidak terhasut dengan isu-isu negatif yang dilontarkan oleh sekelompok orang yang diduga hanya untuk mengganggu kekondusifan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Kami mohon kepada masyarakat jangan cepat terhasut, karena tujuan dari sekelompok orang yang ingin merusak kekondusifan di Kabupaten Tapanuli Tengah yang kita cintai ini. Jadi masyarakat diminta tetap kondusif, tenang-tenang. Mana tahu ada masukan yang ingin disampaikan ke DPRD yang sifatnya membangun atau memajukan Kabupaten Tapanuli Tengah, kami DPRD Tapanuli Tengah siap menerima,” imbuhnya. (red)


Tinggalkan Balasan