Tapanulipost.com, Taput – Dosen Program Studi D III Kebidanan Tapanuli Utara, Poltekkes Kemenkes Medan, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sarulla, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Elly Sianturi, SST, M.K.M, menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan perubahan kesehatan yang berkelanjutan.
Melalui kelas ibu hamil, peserta dibekali pengetahuan untuk melakukan deteksi dini penyulit kehamilan, perawatan kesehatan selama hamil, persiapan persalinan, masa nifas, hingga perawatan bayi baru lahir.
“Kelas ibu hamil menjadi sarana edukasi agar ibu lebih mandiri, paham kondisi tubuhnya, serta mampu mengenali tanda bahaya sejak dini,” ujar Elly.
Elly mengungkapkan kegiatan telah digelar pada Kamis, 24 Juli 2025, mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Maternal melalui Kegiatan Kelas Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sarulla”.
“Program ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak (KIA) melalui penguatan pengetahuan dan peran aktif masyarakat,” kata Elly Sianturi kepada Tapanulipost.com, Senin, (29/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Puskesmas Sarulla ini diikuti oleh ibu hamil, kader kesehatan, serta bidan Puskesmas Sarulla yang berperan sebagai fasilitator.
Selain Elly Sianturi, kegiatan ini juga melibatkan dosen Sulastry Pakpahan, SST, M.Keb, Tiur Romatua Sitohang, S.Kep, M.Kep, serta Ganda Agustina H. Simbolon, SST, M.Keb.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan dan motivasi ibu hamil sebelum mengikuti kelas.
Selanjutnya, peserta mendapatkan penyuluhan mengenai manfaat mengikuti kelas ibu hamil minimal tiga kali selama masa kehamilan.
“Materi yang disampaikan meliputi perubahan tubuh selama kehamilan, persalinan dan nifas, cara mengatasi keluhan seperti kram, wasir, dan nyeri pinggang, tanda-tanda bahaya kehamilan dan persalinan, perencanaan persalinan, pencegahan komplikasi, inisiasi menyusu dini (IMD), perawatan bayi baru lahir, hingga pemahaman seputar mitos dan pengurusan akta kelahiran,” paparnya.
Usai penyampaian materi, dilakukan post-test untuk melihat peningkatan pengetahuan dan motivasi peserta. Kegiatan kemudian ditutup dengan praktik prenatal yoga guna membantu mengurangi keluhan ringan selama kehamilan, serta pembagian booklet edukatif tentang pentingnya kelas ibu hamil.
Menurut Elly, para peserta antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Mereka aktif bertanya seputar keluhan kehamilan, tanda dan gejala yang mengarah pada komplikasi, serta langkah-langkah penanganan yang dapat dilakukan secara mandiri,” ungkapnya.
Dosen Prodi Kebidanan ini berharap kegiatan yang dilaksanakan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu hamil, sehingga mampu mendukung terwujudnya kesehatan maternal dan neonatal yang lebih optimal di wilayah Tapanuli Utara. (red/rl)
Baca Berita menarik lainnya dari Tapanulipost.com di GOOGLE NEWS
Dapatkan berita terkini lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Tapanulipost.com dengan klik tautan ini.


Tinggalkan Balasan