TAPANULIPOST.com – BPBD Kota Solo melaporkan bahwa jumlah korban banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo telah mencapai 18.905 jiwa.

Laporan ini diperoleh dari kaji cepat bencana banjir di Kota Solo pada tanggal 16 Februari 2023 mulai pukul 22.00 WIB hingga 22.57 WIB yang disampaikan oleh BPBD Kota Solo.

Banjir kali ini melanda 15 kelurahan di empat kecamatan di Kota Solo.

Daftar kelurahan di Kota Solo yang sebagian wilayahnya terdampak banjir telah disampaikan oleh BPBD Kota Solo.

Advertisements

Selain itu, sebagian besar warga yang terdampak banjir juga mengungsi ke posko-posko yang tersedia di masing-masing kelurahan.

Sebelumnya, Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo tercatat melebihi 10 meter di Pos Pantau TMA Jurug, Kecamatan Jebres, Kota Solo pada Jumat (17/2/2023) pukul 00.01 WIB, hal ini berdasarkan pantauan petugas Pos TMA Jurug yang bernama Toyib dan disampaikan kepada awak media. TMA pada waktu tersebut mencapai 10,15 meter.

“Ini tertinggi selama saya bertugas 5 tahun terakhir,” kata Toyib. Dia mengatakan papan alat ukur TMA hampir tenggelam.

Selain itu, lanjut dia, rekor siaga kuning terlama terjadi selama 33 jam sebelum menjadi siaga merah, Kamis (16/2/2023) pukul 18.00 WIB.

“Saya sampai heran, biasanya siaga kuning dua sampai tiga jam selanjutnya siaga merah. Setelah merah pol turun berhenti. Kalau sudah berhenti langsung surut,” ucapnya.

Menurutnya, kenaikan TMA yang terus meningkat membuat para operator pompa air kesulitan dalam menjalankan tugasnya, terutama ketika TMA Sungai Bengawan Solo mencapai level yang sangat tinggi.