SIMALUNGUN, TAPANULIPOST.com – Sepanjang 30 meter sisi badan jalan menuju Nagori Palia Naopat, Kecamatan Dolok Panribuan, terancam putus akibat tergerus hujan deras pada Kamis lalu. Akibatkan jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Untuk mengantisipasi makin meluasnya longsor hingga memakan seluruh badan jalan, Pangulu (Kepala desa) Nagori Palia Naopat mengerahkan warganya bergotong-royong memperbaiki sisi badan jalan yang sudah longsor hingga sedalam 2-3 meter, dengan membuat bronjong dari karung yang diisi tanah untuk disusun di sisi badan jalan.
“Untuk mengantisipasi makin melebarnya ruas jalan tergerus, saya langsung ajak masyarakat untuk gotong-royong. Kkarena memang jalan ini satu-satunya akses warga Nagori Palia Naopat dalam melakukan berbagai aktifitas,” kata Parlindungan Butar-butar di lokasi, Senin 20 Mei 2019, sekira pukul 10.00 WIB.
Parlindungan Butar-butar menuturkan, kejadian longsornya sisi badan jalan tersebut sudah dilaporkan ke pihak dinas terkait. Bahkan, kata dia, camat sudah meninjau langsung ke lokasi itu.
“Saat ini, di Nagori saya sedang ada pengerjaan kegiatan fisik dana desa, namun karena kondisi jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan, terpaksa ditunda dulu. Bahan material bangunan tidak bisa diangkut, karena mobil tidak bisa lewat. Jika kita paksakan nantinya malah terjadi hal-hal tidak kita inginkan, jadi lebih baik kita tunda dulu,” ungkapnya.
Mengingat jalan ini merupakan jalan Kabupaten dan akses utama warga dalam melakukan berbagai aktifitas, Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui dinas terkait diminta secepatnya turun tangan memperbaiki jalan itu.
“Jalan ini merupakan akses utama bagi warga Nagori Palia Naopat untuk ke sekolah maupun warga yang bekerja di luar Nagori. Untuk itu, saya mengajak warga gotong-royong membuat bronjong agar jalan ini dapat dilalui. Untuk itu saya sangat berharap agar secepatnya diperbaiki oleh dinas terkait,” pintanya.
Sementara itu, Camat Dolok Panribuan, Bangun Sihombing mengaku sudah mengetahui dan meninjau ke lokasi tersebut. “Sudah kita tinjau dan sudah kita laporkan ke kabupaten,” katanya.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun, Mudahalam Purba ketika dikonfirmasi mengatakan, sudah mengetahui kejadian tersebut.
“Saya sampaikan ke camat untuk sementara mengajak masyarakat gotong-royong sambil menunggu tindakan selanjutnya,” tukasnya.(Firma)


Tinggalkan Balasan