Pada kesempatan itu, Sugeng juga menyebut adanya salah satu dinas yang nihil Pendapatan Asli Daerah (PAD) sampai satu semester tahun ini.

“Temuan BPK itu kan di satu sisi dugaan kita karcis itu bodong (palsu) berarti tidak ada angka-angka porporasinya itu. Di satu sisi kita konfirmasi, sampai satu semester PAD-nya nol. Di satu sisi setiap minggu banyak kunjungan ke lokasi wisata, koq bisa ya (PAD nol). Artinya, inilah arti penting digitalisasi collecting pajak retribusi,” ungkap Sugeng.

Kepala BPKPAD Tapteng, Basyri Nasution menyebut karcis yang diduga bodong ditemukan di lokasi wisata Makam Papan Tinggi Barus, dan juga di Pantai Pandaratan di Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik.

“Karcis palsu ini ditemukan sekitar sebulan lalu,” sebut Basyri.

Advertisements

Basyri menjelaskan bahwa karcis retribusi yang asli diterbitkan oleh BPKPAD. Ciri-ciri karcis yang asli itu ada nomor perforasinya. “Biasanya ada lobang-lobangnya, ada nomor perforasi dan kodenya,” jelas Basyri.

Basyri menyebut bahwa kasus temuan karcis masuk ke objek wisata yang diduga dipalsukan tersebut sedang ditindaklanjuti oleh pihak Inspektorat.

“Kasus ini sedang ditindaklanjuti karena telah menyebabkan kerugian daerah, yang dikutip selama ini kemana uangnya,” ujar Basyri.

Basyri juga mengungkapkan bahwa dinas yang nihil Pendapatan Asli Daerah (PAD) sampai 1 semester tahun ini yaitu Dinas Pariwisata Tapteng. Baca sambungan halaman selanjutnya…