Khairunnas menegaskan, keberadaan Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sumber Sarudik memiliki nilai historis dan strategis bagi pelayanan air bersih di Kota Sibolga.

Ia menjelaskan bahwa instalasi air minum pertama di Kota Sibolga dibangun oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1928.

Hingga kini, bangunan reservoir peninggalan Belanda tersebut masih berdiri kokoh dan tetap digunakan untuk menunjang distribusi air bersih kepada masyarakat.

“Awalnya instalasi air minum ini dibangun untuk kepentingan bangsa Belanda dan kaum bangsawan. Setelah Indonesia merdeka, pengelolaannya diambil alih oleh Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola Air Minum (BPAM) di bawah Dinas Pekerjaan Umum Kotamadya Sibolga,” jelasnya.

Advertisements

Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan air bersih, pengelolaan air minum di Sibolga terus mengalami penyesuaian regulasi. Pemerintah Kota Sibolga kemudian menerbitkan Perda Nomor 16 Tahun 1980 tentang peleburan Dinas Air Minum menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Sibolga. Baca selengkapnya