Dalam simulasi tersebut, salah seorang korban hilang kesadaran dan mengalami henti jantung atau henti nafas, sehingga harus diberikan nafas buatan dan dilakukan resusitasi jantung paru (RJP).

Koordinator Pos SAR Sibolga, Rawatan Sarumaha menjelaskan tindakan pertolongan yang dilakukan tersebut merupakan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

“Bantuan Hidup Dasar adalah serangkaian usaha awal untuk mengembalikan fungsi pernafasan pada seseorang yang mengalami henti nafas dan atau henti jantung,” jelas Rawatan Sarumaha.

Selain insiden orang terjatuh ke laut, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan simulasi evakuasi bencana gempa bumi.

Simulasi evakuasi bencana gempa bumi, diawali dengan kegiatan pemaparan SOP evakuasi bencana gempa bumi oleh Koordinator Pos SAR Sibolga, Rawatan Sarumaha. Baca sambungan halaman selanjutnya…