TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Direktur RSUD Pandan, dr. Sri Indra Susilo mengakui terjadi kekosongan dokter kebidanan dan kandungan pada Sabtu, 1 Juni 2019 di RSUD Pandan.
dr Indra mengatakan, ada dua dokter kebidanan dan kandungan di rumah sakit daerah milik Pemkab Tapteng itu, yakni dr.Roby dan dr.Vivi. Namun keduanya memang sedang tidak berada di tempat.
“Maaf pak. Dr kebidanan yang satu istrinya masuk rumah sakit. Yang satunya ada urusan kedinasan. Hari ini sudah stand by dokter kita,” kata dr. Indra ketika dikonfirmasi terkait kekosongan dokter kandungan, sehingga pasien yang mau melahirkan harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Sibolga.
“dr.Robi istrinya operasi melahirkan. (Sedangkan) dr.Vivi urusan penandatangan berkas CPNS. Hari ini dr.Vivi sudah berada di tempat,” sambungnya.
Ketika ditanya sudah berapa hari terjadi kekosongan dokter kebidanan di RSUD Pandan?Direktur RSUD Pandan ini mengaku hanya pada hari Sabtu saja. “Semalam saja,” jawabnya.
Akibat kekosongan dokter, ada dua orang pasien yang mau melahirkan terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Sibolga. Pasien pertama pada siang hari, dan yang kedua datang pada tengah malam.
“Jam 12.30 Siang ada satu, tapi bisa kita komunikasikan dengan baik dengan bidan yang membawa dari Pinangsori. Bidan yang membawa pasien tersebut ke RS FL Tobing. Dan tidak ada masalah,” ujarnya.
Selanjutnya Direktur RSUD Pandan ini mengatakan akan memperbaiki pelayanan kesehatan di rumah sakit plat merah itu agar lebih baik kedepannya.
“Kami akan mengoreksi untuk lebih baik dan melayani pasien lebih baik, kalau harus dirujuk sekalipun,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, RSUD Pandan, menolak pasien yang hendak melahirkan karena dokter kandungan tidak ada.
Kekosongan dokter spesialis kandungan di RSUD Pandan disesalkan oleh keluarga pasien yang mendadak harus dilakukan proses persalinan pada Sabtu malam, 1 Juni 2019. Akibat dokter di rumah sakit itu tidak ada, pasien terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Sibolga.
Kejadian ini diungkapkan Jhonni warga Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah. Istrinya yang hendak melahirkan, sebelumnya dibawa ke salah satu bidan di Sibuluan. Namun kemudian bidan merujuknya ke RSUD Pandan.
Dengan menumpang becak, Jhonni lalu membawa istrinya ke RSUD Pandan, Sabtu malam sekitar pukul 23.45 WIB. Namun setibanya di Rumah sakit itu, salah seorang perawat meminta agar dibawa ke rumah sakit di Sibolga, karena dokternya tidak ada di RS tersebut.
“Salah seorang perawat minta supaya dibawa ke Sibolga, tapi dia gak bilang dibawa ke rumah sakit yang mana. Lalu saya minta surat rujukan, tapi katanya gak perlu pakai surat rujukan karena tadi siang juga ada pasien yang mau melahirkan disuruh ke Sibolga tanpa surat rujukan,” ungkapnya.
Meski agak ragu dengan ucapan perawat tersebut, namun Jhonni langsung bergegas membawa istrinya ke Sibolga.
Dengan becak yang ditumpang sebelumnya, Jhonni akhirnya membawa istrinya ke Rumah Sakit Metta Medika Sibolga.
“Saya bawa ke RS Metta Medika, dan istri saya langsung mendapat perawatan,” kata Jhonni.
Informasi yang diperoleh, istri Jhonni telah melahirkan dengan operasi cesar di Metta Medika pada Minggu, 2 Juni 2019 sekira pukul 11.30WIB. Proses operasi berjalan dengan lancar. Istrinya melahirkan seorang anak laki-laki.(red)


Tinggalkan Balasan