Arif berharap, Marojahan tidak lagi berlagak seperti orang yang lupa ingatan dan tidak mengerti sistem keuangan perusahaan. Arif juga mengingatkan bahwa di dalam RKAP 2024 tidak ada penambahan pegawai Perumda Air Minum Tirta Nauli Sibolga.
“Saya tidak ingat ada menampung 21 karyawan baru. Dewan pengawas harus benar-benar mengoreksi pengajuan perubahan tersebut. RKAP adalah acuan kerja perusahaan, harus benar-benar berpihak untuk kemajuan perusahaan. Jangan seperti orang yang kehilangan ingatan. Seolah-olah tidak mengerti sistem keuangan di Perumda Air Minum Tirta Nauli Sibolga,” pungkasnya.
Dia juga menegaskan bahwa Perumda Air Minum Tirta Nauli Sibolga bukanlah perbankan yang harus mengumpulkan kas sebesar-besarnya, melainkan lebih kepada menjamin keberlangsungan pelayanan air minum di tengah masyarakat.
“Kalau jaringan yang tidak optimal lagi untuk melayani kebutuhan, itu sudah barang tentu mesti dilakukan peremajaan jaringan. Mindset Marojahan sepertinya mindset perbankan, tidak kepada menciptakan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Intinya tudingan kebocoran itu mengada-ada saja, hanya mau cari sensasi,” tandasnya. Baca sambungan halaman selanjutnya…


Tinggalkan Balasan