SIBOLGA, TAPANULIPOST.com – Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Sumatera, meminta pihak-pihak terkait untuk mengusut dengan tuntas kematian Gisen Rezeki Pratama Pasaribu.

Gisen Pasaribu merupakan pasien Rumah Sakit Umum (RSU) Ferdinand Lumban (FL) Tobing Sibolga, yang meninggal setelah tenaga medis menyuntikkan cairan obat ke dalam infusnya.

“Kita akan tindak lanjuti kasus ini dan akan segera membuat laporan polisi. Sebab kami menduga ada kejanggalan kematian Gisen, anak dari klien kami,” kata Ketua LKBH Sumatera, Parlaungan Silalahi didampingi rekannya Mangihut Tua Rangkuti usai menerima surat kuasa dari Ronaldus Pasaribu dan Ria Elminar Marbun, Jumat, 28 Juni 2019.

Kedua orang tua Alm Gisel Pasaribu tersebut datang menemui Ketua LKBH Sumatera di ruang Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga, Jumat siang. Mereka meminta bantuan terkait kematian anaknya yang hingga kini belum ada kepastian.

Advertisements

Oleh karena itu, LKBH Sumatera mendesak pihak terkait untuk mengusut kasus tersebut. Pihak RSU FL Tobing Sibolga juga didesak untuk segera mengungkapkan penyebab kematian Alm Gisen Pasaribu.

Parlaungan Silalahi juga meminta pihak rumah sakit untuk bertanggung jawab atas kematian Gisen pasaribu yang dianggap tidak wajar dan janggal.

“Kemudian menurutnya, pemberian dari Wali Kota dan Direktur RSU FL Tobing Sibolga sewaktu datang mengunjungi orangtua Gisen, bukan merupakan suatu penyelesaian masalah, karena sampai saat ini pihak keluarga belum mengetahui apa penyebab kematian Gisen,” kata Parlaungan.

Sebelumnya, orang tua Gisen Pasaribu menduga kematian anaknya karena kelalaian dan kecerobohan tenaga medis di rumah sakit itu.

Ria Elminar Marbun, ibu Gisen mengatakan Gisen meninggal beberapa menit setelah tenaga medis menyuntikkan cairan obat ke dalam infusnya pada Kamis, 20 Juni 2019.

Sehari sebelumnya Gisen menjalani operasi hernia di RSU FL Sibolga. Usai dioperasi, Gisen dirawat di Ruang Melur, dan kondisi Gisen baik-baik saja. Menurutnya, Gisen bahkan terlihat sudah sehat. Namun pada Kamis sore sekira pukul 18.00 WIB, petugas medis datang memberikan obat yang disuntik ke infus Gisen.

“Tapi setelah diberi suntikan ke infus, kemudian Gisen bilang dia pusing, dari mulutnya keluar buih lalu kejang-kejang dan meninggal,” ungkap Ria Elminar Marbun sembari menangis mengingat peristiwa kematian anak pertamanya itu.

Kata Elminar, sekitar pukul 21.00 WIB setelah Gisen meninggal, dia langsung melapor ke Polres Sibolga. Namun dia tidak jadi menindak lanjuti laporannya saat itu, karena dia tidak memiliki uang untuk biaya otopsi.

“Saya langsung laporkan ke polisi malam itu, tapi katanya biaya otopsi kami yang tanggung. Mendengar itu, saya tak lanjutkan laporan karena uang kami tidak ada,” ungkap Elminar.

Gisen kemudian dikebumikan pada Minggu, 23 Juni 2019 di Pemakaman Umum di Desa Sipea-pea, Huta Tonga-tonga, Kecamatan Sorkam Tapteng.

Namun, kata Elminar, hingga kini mereka tidak ada menerima berkas apapun terkait perobatan maupun kematian anaknya itu dari pihak RSU FL Tobing Sibolga.

Foto : Ronaldus Pasaribu dan Ria Elminar Marbun, orang tua Gisen memberikan keterangan kepada Ketua LKBH Sumatera, Parlaungan Silalahi. (TAPANULIPOST.com)

Peristiwa kematian Gisen Pasaribu, seorang pelajar di SMA Negeri 1 Sorkam Barat itu menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh akun facebook Romi Kebaya Dressmaker.

Ia menerangkan bahwa dua hari setelah Gisen Pasaribu menjalani operasi di RSU Sibolga kondisinya sudah sehat.

“Tapi setelah makan obat dan diberi suntikan ke infus, satu menit kemudian Gisen bilang sama ibunya dia pusing. Gisen selanjutnya kejang-kejang empat kali dan langsung meninggal,” tulis Romi Kebaya Dressmaker.

Terkait hal ini, dia pun memohon perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Jadi kami mohon untuk pemerintah Tapteng tolong perhatiannya untuk kami masyarakat kecil ini yg jadi korban karna pelayanan pihak Rumah Sakit Umum Ferdinand Lumbantobing Sibolga, dan untuk memproses ini dengan baik,” pintanya.

“Kami keluarga Marbun dan Pasaribu, sangat sedih dengan kejadian ini,” sambungnya.(red)