TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Korban jiwa akibat banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), kembali bertambah menjadi 9 orang. Basarnas kembali menemukan satu korban tewas terjepit material longsor, Kamis pagi, 30 Januari 2020.

Informasi yang dihimpun dari Kodim 0211/Tapanuli Tengah, korban yang baru ditemukan bernama Ramalan Simanjuntak (40), laki-laki, warga Desa Parik Sinomba, Kecamatan Barus Utara, Tapteng.

Korban sudah ditemukan sejak pagi, namun Tim SAR agak kesulitan mengevakuasi jasad korban yang terjepit material longsor. Tim SAR masih berupaya mengevakuasi jasad korban hingga malam.

“Korban yang ke 9 masih proses evakuasi di Gunung Sidamdamon. Do’akan aja, anggota masih gali manual, alat berat gak bisa masuk,” kata Dandim 0211/TT Letkol Inf Dadang Alex kepada Tapanulipostcom, Kamis malam.

Advertisements

Evakuasi pencarian korban banjir dan longsor di Tapteng pada Kamis 30 Januari 2020, Tim gabungan Basarnas berhasil menemukan 2 korban jiwa.

Korban yang pertama berhasil dievakuasi atas nama Brisman Marbun (30), laki-laki asal Desa Sijungkang.

Korban ditemukan pukul 07.00 WIB pagi di Dusun Bonan Dolok, Desa Sijungkang, Kecamatan Andam Dewi.

Kemudian, korban bernama Ramalan Simanjuntak ditemukan di Gunung Sidamdamon, Desa Purba Tua, Kecamatan Barus Utara.

Dengan ditemukannya korban tersebut, jumlah korban tewas yang ditemukan hingga Kamis, menjadi 9 orang. Dengan rincian, 6 korban ditemukan di Kecamatan Andam Dewi, 1 orang di Kecamatan Barus Utara, dan 2 orang di Kecamatan, yang merupakan pasangan suami istri.

Berikut nama korban jiwa akibat bencana banjir di Barus dan Andam Dewi, Tapteng:

1. Marpaung (50), Laki-laki.
2. Juster Sitorus (55), Laki-laki.
3. Pardamean Br Manalu (85), Perempuan.
4. Abdul Rahman (72), Laki-laki.
5. Esrin Pane (48), Laki-laki.
6. Adwiszah Tanjung (60), Laki-laki.
7. Idwarnisya (58), Perempuan.
8. Brisman Marbun (30) laki-laki.
9. Ramalan Simanjuntak (40), laki-laki. (red)