TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Bom rakitan dan bahan peledak milik terduga teroris Abu Hamzah di Sibolga dimusnahkan (disposal) di daerah perbukitan Rindu Alam, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis pagi, 14 Maret 2019 sekira pukul 10.00 WIB.

Peledakan barang bukti bom rakitan dan bahan peledak milik terduga teroris itu dilakukan sebanyak 3 kali. Dua kali peledakan bom rakitan yang menimbulkan dentuman keras. Dan satunya lagi pemusnahan bahan peledak yang hanya menimbulkan kobaran api.

Pemusnahan bom rakitan dan bahan peledak ini disaksikan langsung oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, Kapolres Tapteng AKBP Sukamat, Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dan Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto saksikan disposal bom milik terduga teroris di Sibolga. (Preddy.S/TAPANULIPOST.com)

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, sisa bom yang dimusnahkan tersebut masih sebagian kecil dari total barang bukti yang ditemukan.

Advertisements

“Barusan kita musnahkan sebagian kecil barang bukti yang tidak di dalam kemasan atau dalam tabung kontainer. Gak sampai 3 kilogram aja sudah seperti itu (ledakannya), apalagi 300 kilogram. Nantinya pelaksanaan disposal akan dilakukan secara khusus di tempat khusus yang lebih aman,” ujar Agus Andrianto.

Menurut dia, sebagian kecil sisa bom milik terduga teroris yang dilakukan disposal tersebut berupa 5 tabung (kontainer) yang ditemukan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dari lokasi kejadian, yakni rumah Abu Hamzah di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga.

[irp posts=”5868″ name=”Istri Terduga Teroris di Sibolga Lakukan Bom Bunuh Diri”]

“Tim Inafis juga menemukan bom pipa, kemarin ada di dalam satu rompi berisi 10 pipa yang sudah dirakit dan sudah diisi dengan bahan peledak,” katanya.

Kapolda menerangkan, bom yang ditemukan berbahan potasium florat, sulfur dan arang (campuran yang sudah di mix) dan siap digunakan.

“Bom ini bersifat low explosive (daya ledak rendah), namun kalau jumlahnya besar dampaknya cukup menghancurkan,” jelas Kapolda. (red)