TAPANULIPOST.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menyetop ekspor bauksit di Indonesia pada pertengahan tahun 2023, dengan tujuan untuk menggenjot hilirisasi dalam negeri dan meningkatkan nilai tambah yang lebih besar.

Namun, kebijakan tersebut menimbulkan kekhawatiran akan adanya gugatan dari China ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), mengingat sekitar 90% ekspor bauksit Indonesia dikirim ke China.

Dalam hal ini, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono, menyatakan bahwa ia tidak ingin berspekulasi apakah kebijakan tersebut akan membuat China mengajukan gugatan ke WTO atau tidak. Ia mengatakan bahwa pemerintah akan menjelaskan kepada China terkait kebijakan ini.

Pemerintah ingin tercipta nilai tambah dari hasil kekayaan alam Indonesia sehingga roda ekonomi dapat terus berputar ke depannya. Oleh karena itu, berbagai pihak dari negara mitra dan pelaku usaha akan diundang untuk ikut serta dalam proses ini.

Advertisements

Meskipun Presiden Jokowi sempat khawatir penyetopan ekspor bauksit ini akan membuat China mengajukan gugatan ke WTO, dia menegaskan bahwa jika Indonesia digugat, maka harus dilawan. Menurutnya, bila Indonesia tidak melarang ekspor barang mentah, negara ini tidak akan menjadi negara maju.

Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, Presiden Jokowi berkomitmen untuk menyetop ekspor bauksit pada Juni 2023, meskipun 98% ekspor bahan mentah bauksit Indonesia diimpor oleh China. Pemerintah akan menjelaskan alasan di balik kebijakan tersebut dan mengundang berbagai pihak untuk ikut serta dalam proses ini.