TAPANULIPOST.com – Indonesia bisa terancam kehilangan posisinya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 karena isu penolakan kedatangan Timnas Israel.
Polemik ini terus berkembang dan membuat FIFA menunda drawing yang seharusnya dilakukan di Bali pada akhir Maret ini.
Gubernur Bali, Wayan Koster menolak kedatangan Israel ke wilayahnya, yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa Indonesia terancam dicoret.
Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel karena mendukung kemerdekaan Palestina. Namun, Indonesia memiliki beberapa opsi untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para peserta, salah satunya adalah dengan memberikan home base di Bali. Namun, dengan penolakan dari gubernur, opsi ini tidak bisa dilakukan.
Sebagai tuan rumah, Indonesia diharapkan mampu menjamin keamanan dan kenyamanan para tim peserta. Apabila sulit terpenuhi, maka FIFA akan bertindak secepatnya dan mencari alternatif tuan rumah baru.
Hokky Caraka, penyerang muda Timnas Indonesia yang juga bagian dari Timnas U-20, memberikan tanggapan atas polemik yang terjadi. Lewat media sosialnya, Hokky mengungkapkan kekecewaannya jika Indonesia dicoret sebagai tuan rumah. Ia juga menyebut bahwa partisipasi Indonesia di ajang Piala Dunia U-20 juga bisa terancam jika terjadi pencoretan.
“Pesan Hokky Caraka tersirat, tertuju pada para penolak timnas Israel yang akan datang nanti. Seperti diketahui, Piala Dunia U-20 2023 akan berlangsung pada 20 Mei sampai 11 Juni di Indonesia. Timnas U-20 pun sudah melakukan training camp dari jauh-jauh hari.”
Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia merupakan momen penting bagi Indonesia dan generasi muda yang berkecimpung dalam dunia sepak bola. Namun, isu ini memunculkan polemik yang berpotensi mengganggu pelaksanaan acara tersebut. Semua pihak diharapkan mampu menemukan solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini agar acara Piala Dunia U-20 2023 dapat berjalan lancar dan sukses.


Tinggalkan Balasan