TAPANULIPOST.com – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Indonesia melonjak drastis di awal Ramadan.
Menurut Badan Pangan Nasional, salah satu penyebab kenaikan harga tersebut adalah karena harga pangan ayam petelur, yaitu jagung, mengalami kenaikan.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa harga jagung di beberapa tempat sudah mencapai Rp 5.700 per kilogram hingga Rp 6.000 per kilogram, lebih tinggi dari harga acuan sebesar Rp 5.000 per kilogram. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan harga telur ayam.
Selain itu, kenaikan kebutuhan masyarakat sebelum dan selama Ramadan juga berdampak pada kenaikan harga telur ayam.
Deputi Astawa mengungkapkan bahwa kebutuhan masyarakat rata-rata meningkat sekitar 20% selama Ramadan, dan kondisi psikologis tersebut membuat pedagang menaikkan harga.
Namun, Badan Pangan Nasional memastikan bahwa pasokan telur ayam masih cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan.
Meski harga telur ayam dapat naik dan turun dalam sehari, harga di supermarket dan ritel masih sesuai dengan harga acuan konsumen sebesar Rp 27.000 per kilogram.
Data Badan Pangan Nasional menunjukkan bahwa harga rata-rata telur ayam di Indonesia sekarang mencapai Rp 29.000 per kilogram, dengan harga tertinggi di Papua Barat mencapai Rp 37.000 per kilogram dan terendah di Aceh sebesar Rp 24.000 per kilogram.
Harga di pasar Jakarta sendiri berkisar antara Rp 26.000 per kilogram hingga Rp 32.000 per kilogram.
Dengan kenaikan harga telur ayam yang signifikan, Badan Pangan Nasional meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembelian dalam jumlah besar dan membeli dengan bijak agar dapat menjaga stabilitas harga di pasaran.


Tinggalkan Balasan