Yuliansah menjelaskan bahwa beberapa komoditas pangan, seperti beras, cabai merah, gula pasir, dan minyak goreng, mengalami kenaikan harga secara nasional.

“Hasil survei menunjukkan bahwa cabai, beras, dan ikan menjadi penyumbang inflasi di Kota Sibolga,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal ini, Bank Indonesia Sibolga bekerja sama dengan Bulog dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sibolga dalam menyelenggarakan pasar murah.

“Selama Ramadan, TPID Kota Sibolga berencana untuk menggelar pasar murah setidaknya 2 kali hingga menjelang Idulfitri,” tambahnya.

Advertisements

Bank Indonesia juga akan mendorong kerjasama antardaerah terutama untuk komoditas cabai.

Selain itu, Bank Indonesia juga akan gencar mengkampanyekan belanja bijak. Untuk itu, Yuliansah meminta peran serta insan pers untuk membantu menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan belanja berlebihan atau panic buying.

Acara buka puasa Bank Indonesia Sibolga bersama wartawan dihadiri oleh beberapa perwakilan dari BI Sibolga, antara lain Kepala Unit Manajemen Intern Muh. Qobul Prajangka, Kepala Seksi Kehumasan Laidin Purba, Analis Yunior Unit Data Statistik dan Kehumasan Andi Fauzi Rifandi, Asisten Manajer Pengelolaan Uang Rupiah Juan Ardian, serta Pelaksana Unit Data Statistik dan Kehumasan Rani Eranica Sembiring. (Preddy Situmorang)

Baca Berita menarik lainnya dari Tapanulipost.com di GOOGLE NEWS