TAPANULIPOST.com – Gedung Putih mengakui bahwa Amerika Serikat (AS) tidak dapat berperan sebagai mediator antara Arab Saudi dan Iran dalam upaya normalisasi hubungan diplomatik mereka yang telah terputus selama tujuh tahun terakhir.

Hal ini disebabkan oleh hubungan diplomatik AS yang rumit dengan kedua negara tersebut. AS menanggapi kesepakatan yang dicapai antara Saudi dan Iran dengan mediasi China.

Riyadh dan Teheran sepakat untuk memulihkan hubungan diplomatik serta membuka kembali misi diplomatik di masing-masing negara.

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan bahwa AS tidak dalam posisi untuk menjadi mediator antara Arab Saudi dan Iran.

Advertisements

Meskipun AS telah banyak mengerahkan kekuatan diplomatik untuk berusaha mempromosikan de-eskalasi, Gedung Putih mengakui bahwa upaya-upaya yang dilakukan Beijing untuk ‘mempromosikan de-eskalasi’ di kawasan Timur Tengah tidak merugikan kepentingan AS.

Sullivan menekankan bahwa AS menganggap kesepakatan normalisasi hubungan antara Saudi dan Iran sebagai perkembangan yang positif untuk kawasan Timur Tengah.

Riyadh terus memberikan informasi kepada Washington soal perkembangan dalam negosiasi dengan Teheran. “Kami berkomunikasi erat dengan Arab Saudi saat mereka mendekati dan terlibat dalam pembicaraan itu, dan mereka memberitahu kami soal kemajuan yang dicapai sepanjang prosesnya,” ungkap Sullivan.