Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menyatakan bahwa OlympiAR kali ini sangat menarik karena banyaknya partisipasi dari tim-tim di Sumatra, seperti dari Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Bangka Belitung, Universitas Jambi, Institut Teknologi Sumatera, dan Universitas Lampung.
“Terjadi peningkatan signifikan jumlah peserta yang mendaftar di OlympiAR sebesar 200% dibandingkan dengan OlympiAR 2022. Setelah melalui proses validasi yang ketat, 161 tim dari 28 universitas berhasil lolos ke babak pertama OlympiAR 2024. Di babak kedua, tim dari Universitas Syiah Kuala sebagai perwakilan dari Sumatra berhasil masuk dalam 20 besar,” jelasnya.
OlympiAR 2024 bukan hanya merupakan ajang kompetisi semata, tetapi juga menjadi wadah untuk melatih ketajaman analisis mahasiswa dalam mengidentifikasi potensi sumber daya mineral melalui studi kasus di area tambang, sehingga meningkatkan pemahaman mereka dalam bidang pertambangan berkelanjutan.
Sebelumnya, pada tahun 2022, OlympiAR perdana diikuti oleh 72 tim dari 26 universitas di Indonesia. Tim Magsite dari Universitas Diponegoro berhasil meraih juara pertama, sementara juara kedua dan ketiga diraih oleh tim Sylvite dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan tim Enargite dari UPN Veteran Yogyakarta secara berturut-turut.
OlympiAR merupakan bagian dari E-Coaching Jam (ECJ) Agincourt Resources yang telah berlangsung selama satu dekade. Melalui ECJ, lebih dari 5.000 mahasiswa di seluruh Indonesia telah terhubung dengan para pakar dari berbagai bidang, mulai dari pertambangan, geologi, lingkungan hidup, komunikasi, bisnis, hingga ketenagakerjaan dan keberagaman gender. Baca sambungan halaman selanjutnya…


Tinggalkan Balasan